Kembali ke rumah

Libur akhir semester ini aku kembali ke kampung halaman (lagi). Meskipun mungkin akan sedikit terpisah dengan koneksi internet, tapi kembali ke rumah adalah hal yang jauh lebih menyenangkan saat ini. Kembali lagi ke kampus kira-kira tanggal 18 bulan depan, lumayan panjang :D .

Yups, 1 jam lagi flight, semoga perjalanan lancar, amin :D .

Mengakses Youtube yang di blokir

Yup, Youtube beneran diblokir oleh pemerintah Indonesia, sayang sekali dugaanku 100% salah, itu bukan april mop. Entah sampai kapan acara main blokir-blokiran ini baru selesai, yang jelas pengunjung-pengujung setia Youtube yang mengakses konten positif dan edukatif kena cipratannya juga. Untuk mengatasi masalah ini, kita bisa memakai proxy site, linknya akan aku list dibawah, tapi sebelum itu.. let me say something to our goverment :

Kepada pemerintah yang lagi baca blog ini, share link proxy site ini bukan bertujuan untuk berbagi ria film “Fitna“, lagian proxy site ini dah umum banget, dah biasa, share link proxy site ini cuma buat yang belum pernah pakai aja. Temen-temen gw di Gamedevid hari ini pada bermasalah pengen liat video preview game Burger Rush, salah satu casual game terbaik RealArcade, gamenya buatan anak Indonesia lagi!, gw juga suka cari preview teknologi rendering terbaru, itu semua dari Youtube. Jadi inilah yang kami cari di youtube, bukan film “Fitna”.

Hehe.. oke, ini beberapa proxy site yang bisa digunakan :
- Youtube Proxy
- TubeOxy
- Cool YouTube Proxy
- Cupah
- Unlock Youtube
- The Real Proxy

Salah satu yang paling baik dan cepat adalah Youtube Proxy (list pertama), umumnya cara penggunaan proxy site ini cukup mudah, meskipun beberapa ada yang menyertakan advertisement yang nyebelin he3..

Kalau mau cari proxy lain, silahkan googling dengan keyword “Youtube Proxy” atau “Youtube free proxy”.

Blokir YouTube dihari April Mop

    Kemarin, aku sempat membaca berita yang “lumayan” heboh terutama untuk warga pengguna internet di Indonesia, Youtube akan diblokir oleh pemerintah Indonesia. Ya, situs yang telah memberikan jutaan konten edukatif, pengetahuan, dan sekian banyak konten-konten positif kepada warga Indonesia itu akan segera diblokir hanya karena disana terdapat film berjudul “Fitna“.

“Fitna” memang sedang panas-panasnya, film berdurasi 17 menit itu telah membuat sebagian umat Islam marah. Tapi rasanya tidak adil jika harus memblokir YouTube hanya karena film itu ada disana.

Pertama adalah, user tidak akan langsung melihat video tersebut pada saat masuk ke YouTube, hanya yang melakukan searching saja yang akan mendapatkan video tersebut. Terkecuali jika video tersebut masuk dalam list Featured Videos, atau Videos Being Watched Now. Jadi otomatis orang tidak kan melihat terkecuali dia benar-benar mencarinya (atau dengan kata lain, ingin menontonnya).

Kedua, apakah dengan memblokir YouTube, maka video itu tidak akan bisa ditonton oleh orang Indonesia?. Lantas bagaimana jika film itu diupload disitus lain? Mau blokir situs yang lain juga?. Atau pemerintah berfikir bahwa karena YouTube termasuk website bertraffic tinggi, maka dengan memblokir situs ini, akan cukup efektif untuk menahan netter tidak menonton ini. Hehe, netter tidak akan sebodoh itu, jika mereka ingin menontonnya, mereka pasti mencarinya, jika tidak di YouTube ya pasti ditempat lain, Google misalnya. Dengan keyword “Fitna” saja, kita bisa mendapatkan sejumlah result yang langsung menuju ke videonya, yang pasti tidak hanya di YouTube, blog sutradaranya juga menampilkan video tersebut. Belum lagi dengan netter-netter yang sudah mendownload file video tersebut, yang ini jelas susah diberantas, mereka menyebar video ini secara sosial : copy via pendrive/hardisk, burning ke cd, atau nonton rame-rame bareng teman.

Lantas apa gunanya blokir situs YouTube?. Entah apa rencana seperti ini diluar batas kemampuan berfikirku atau memang ini ide bodoh, yang jelas banyak sekali konten positif di YouTube yang bisa membuka mata kita terhadap dunia luar. Software dev, robotika, elektronik, seni, dan jutaan konten lainnya disediakan di YouTube secara gratis dan berhasil menjadi salah satu media pembelajaran yang efektif, yang begini masa mau ditutup?.

Uhm, tapi mari kita lupakan sejenak, lihat tanggal beritanya di DetikInet, 1 April 2008, huh? don’t you guys know yesterday is April Fool’s Day . Damn!, apakah ini bener-bener diboongin?, atau pemerintah memang serius?, btw pemerintah tau april mop nggak ya?..

note : I also put this in the joke category to let you know this is not a serious topic, please reply politely and have fun with April mop, don’t talking about religious topic.

Simpel dan terbaca

    Sudah dari beberapa bulan yang lalu mata ini sering merasa perih ketika melihat layar monitor, terutama pada bagian-bagian yang memiliki warna dominan putih. Ketika merasa perih, aku sering menggosok-gosoknya dengan jari hingga mengeluarkan air mata. Penurunan kualitas penglihatan?, kuharap tidak. Tahun lalu aku pernah mengenakan kacamata tapi dengan usaha keras, kebiasaan itu berhasil kutinggalkan. Semoga tidak harus memakai kacamata lagi.

Dengan tujuan agar mata ini bisa lebih nyaman, maka aku melakukan beberapa perubahan tampilan di desktop. Pertama adalah control set untuk GNOME, kalau dulu serba putih dan fresh, sekarang window-window gnome-ku sudah berubah jadi hitam atau setidaknya mendekati hitam. Emerald theme pun juga diset menjadi hitam. Kemudian hal selanjutnya adalah font. Entah aku yang kebiasaan menggunakan komputer jadul (yang nggak dukung anti-aliasing), atau memang rata-rata mata manusia memang cepat lelah jika melihat tampilan font anti-aliasing pada komputer?. Sekarang opsi anti-alias pada settingan gnome telah dimatikan, efeknya? lumayan juga untuk kenyamanan mata.

Perubahan selanjutnya adalah pada sisi programming editor, aku menggunakan GEdit dan SciTE untuk koding sehari-hari, keduanya telah dipermak sedemikian rupa supaya terlihat gelap tapi tetap nyaman dilihat. Selain itu aku juga mulai menjaga jarak pandang dengan komputer, juga banyak-banyak makan sayuran :p

Yang terakhir adalah perubahan blog. Aku sering membaca blogku sendiri (narsis ya?), karena itu aku memutuskan untuk mengganti temanya jadi seperti yang bisa dilihat sekarang, murni tanpa modifikasi CSS! selain untuk kenyamananku sendiri dalam membaca tulisan disini, aku juga belum punya cukup modal untuk membeli premium account :p . Gimana menurut kalian dengan tema yang cupu polos ini?

Kenapa tidak pakai kacamata saja? Hehe.. entahlah, padahal mungkin keren juga kalau pakai kacamata, biar kelihatannya pintar padahal idiot, biar kelihatannya keren. Mungkin suatu saat nanti juga harus menggunakan kacamata, tapi semoga tidak setiap saat. Pernah nonton film Anti Trust?. Di film itu sang pemeran utama (Milo Hoffman) menggunakan kacamata hanya pada saat koding/menggunakan komputer, mungkin aku bisa meniru gaya dia :p

Tautology dan amnesia

Hari ini aku beres-beres kamar, dan nemu satu catatan bekas ringkasan math-ku waktu semester satu. Disitu tertera sebuah soal logika. Aku kemudian teringat satu prinsip logika yang pernah kupelajari, salah satu kalimat yang kuingat adalah “To be or not to be, that is a …”. Udah sampai situ aja, aku nyaris nggak bisa menyebut lanjutan kalimat itu apa, padahal aku hampir ingat tapi susah sekali menyebutnya, sudah ada diujung lidah.

Jadi seperti orang gila, aku mencoba mengingat-ingat kembali kata apa yang ada dikalimat tersebut, mulai dari googling dengan keyword “To be or not to be”, tapi hasilnya rata-rata ke Shakespeare :( . Rasa penasaran makin mengerikan, sepertinya jantung ini berdegup kencang, ugh, apa ya kata terakhir kalimat itu :( . Aku mengabaikan pekerjaan lainnya dan menghabiskan waktu untuk masalah ini. Hampir dua jam berputar-putar mencari jawabannya, rasa kesal dan jengkel numpuk jadi satu, jengkel dengan diri sendiri tentunya, kok bisa-bisanya nggak ingat.

Aku jadi berfikir, seperti inikah rasanya jadi orang yang hilang ingatan, kemudian mendapatkan serpihan-serpihan ingatannya kembali?. Seperti inikah tersiksanya seorang amnesia mencari kebenaran dimasa lalunya?. Aku yang pusing mengingat satu kata saja sudah tersiksa begini, apalagi mereka yang punya banyak hal yang harus diingat?.

Lagipula apa alasannya harus mengingat-ingat hal yang mungkin tidak penting seperti ini?, nggak ada alasan selain rasa penasaran yang luar biasa. Kalau nggak dapet jawabannya tuh rasanya gimana gitu.. hahaha.

Well, setelah memutar otak cukup keras, akhirnya ingat juga :

To be or not to be, that is a tautology!

Yeah!, dapet juga akhirnya. Tautology adalah formula propositional yang akan selalu menghasilkan nilai true dibawah semua kemungkinan interpretasi dari semua variabel yang dia miliki. Finally i’ve found this bloody word after a couple hours!.

Caffeine menahan rohku ke atas langit

3 jam yang lalu, sebenarnya adalah waktu kosong yang bisa kupakai untuk tidur. Sudah nyaris 3 hari aku tidak memejamkan mata dan mengistirahatkan badan, kode dan deadline berputar-putar dikepalaku..,argh.. kenapa bisa selemah ini, padahal ada orang lain yang bisa lebih tahan daripada aku.

Nggak, nggak boleh comot script sana sini, semua harus hand made, nggak boleh kopas sana sini. Nggak, nggak boleh build general function list, semua harus dalam class, semua harus dienkapsulasi. Nggak, nggak boleh pake framework2 elit, framework elit nggak guna untuk software yang nggak membutuhkannya, malah berat-beratin filesize aja.

Setidaknya itu dan seabrek hal bodoh lainnya masih berputar-putar dikepalaku dari 3 jam yang lalu hingga sekarang.., tadi subuh baru selesai dibagian general tree sort algorithm. Caffeine yang kutelan selama 3 hari ini telah menahan rohku untuk sekedar bermimpi dan berlari dari kode. “Kretek-kretek”, aku membunyikan setiap sendi tulang, aku mengasihani kepalaku, yang sedari tadi berusaha untuk bermimpi, namun hanya bisa berhayal agar bisa bermimpi, sedari tadi hanya berusaha memikirkan hal lain, untuk bisa bermimpi. Aku memang memejamkan mata, tapi hanya mata. Rohku masih disini dan berhayal agar bisa tidur dan bermimpi.

Oh God, aku merindukan mimpi apapun selain kode, meskipun hanya beberapa jam >.<

Software ITS Ubah Por*o Jadi Tak Por*o

Menarik sekali, PENS-ITS akan meluncurkan piranti lunak yang akan membaca pattern por*o dalam tiap multimedia content dan mengubahnya menjadi tidak por*o. Seperti apa tekniknya, kalau diberita, mereka bilang gini :

Irvan menjelaskan, piranti lunak tersebut menggunakan sistem image processing dengan basis pemrograman bahasa C. Dengan demikian, paparnya, piranti lunak pendukung UU ITE itu dapat dijalankan di komputer dengan sistem operasi Linux dan Windows. Baca Lebih Lanjut »

Java Jive Coding Competition 2008

top_banner.jpg

Tawaran untuk ikut kompetisi koding akhirnya datang lagi. Kali ini dari universitasku, ceritanya cukup aneh tapi nyata. Tapi intinya hanya satu, aku nggak mau lagi ikut kompetisi terkecuali atas keinginanku sendiri, terlebih lagi jika kompetisinya tidak sesuai dengan hal-hal yang aku senangi. Lantas bagaimana bisa aku terlibat dalam kompetisi ini?. Baca Lebih Lanjut »