Memasuki Dunia Sim Racing

Semenjak bikin PC beberapa bulan yang lalu, saya jadi keranjingan main game (lagi), terutamanya game balap. Awal-awal main game saya masih coba-coba game lawas dan beberapa game AAA yang selama ini cuma sekedar lihat di Youtube (dulu nggak punya PC untuk nyoba game-game tersebut) seperti Witcher 3, Doom, dsb.

Kembali ke game balap, awalnya saya kembali ke game yang dulu sering dimainkan, seperti TrackMania, Need For Speed, Grid dll, tapi semakin lama terasa semakin “monoton”, perlahan saya sadar rasa monoton itu datang dari kontroller: Keyboard / Mouse.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di post | Meninggalkan komentar

Pengalaman diskualifikasi di sim-racing

Rekaman diatas adalah sesi Global Mazda MX-5 Cup tadi malam, cukup menegangkan di awal-awal, start di nomor 2, lalu mencoba bertahan hingga last lap. Semuanya lancar sampai di tikungan-tikungan terakhir tiba-tiba saya dilempar kembali ke menu screen, ternyata saya kena diskualifikasi karena terlalu banyak off-track!

Well, pelajaran baru, seringnya saya gagal dalam race karena kecelakaan, tapi kali ini penyebabnya lain. Lain kali setiap notifikasi yang muncul ketika saya off-track sudah harus diperhatikan karena bisa jadi faktor kegagalan dalam sebuah race.

Dipublikasi di post | Meninggalkan komentar

Going back to WordPress

It’s been years since my last post in WordPress, since then I’ve been writing in various medium, including static blog generator. Partly because I just want to have it store in my own storage and not dependent on other services.

Lately I feel that it’s just too cumbersome having to commit and push every changes and having to wait until the page is built with the blog engine to see how it looks, so I have decided to give WordPress another go. Let’s see.

Dipublikasi di post | Meninggalkan komentar

PyCharm: Quick refactoring

One thing I really like in PyCharm is you can do quick refactoring very easy and PyCharm will settle (almost) all the stuff for you. For example, here is me trying to refactor a single string of command to be something more sophisticated:

PyCharm quick refactoring

As you can see, I can take the whole string and put it in a variable, I then proceed to take some part of the string, in this case is the filename of the config source, into another variable. After that, I make it able to switch between different configs using the if statement, all using PyCharm quick refactoring features.

Dipublikasi di post | Meninggalkan komentar

I’m building a PC!

I got detached from PC gaming almost 6 years ago. I bought a budget gaming PC with my parents money back then after my laptop fried during a thunderstorm. The games I played are not AAA titles as they were very expensive at the time. As you can see, I’m was a student and didn’t have money to spent on gaming. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di post | 2 Komentar

Mobil Tanpa Supir milik Google

google-logo-transparentGoogle membuat kejutan di konferensi TED2011 baru-baru ini. Sebuah mobil tanpa supir. Tidak hanya tanpa supir, tapi mobil ini bisa “menyetir” dengan keahlian tingkat mahir.

Penonton dipersilahkan masuk kedalam mobil ini untuk melihat secara langsung bagaimana mobilnya “menyetir”. Ada LCD di tengah dashboard yang menunjukan rute, pada saat mobil dijalankan, steering wheel akan berputar sendiri, begitu juga dengan gear stick dan rem, lihat video dibawah:

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di post | Tag , , , , , , , , , , | 4 Komentar

GDI ShoutBox v1

hdr_logo-o

GDIShoutbox adalah aplikasi web-based real-time chat yang dibangun diatas Google App Engine (GAE). GDISB memakai beberapa teknologi yang memungkinkan aplikasi chat menjadi lebih ringan, cepat, dan efisien.

GDISB sudah mulai dikembangkan sejak awal tahun ini, ide pengembangannya muncul karena website gamedev dimana saya aktif, punya modul shoutbox yang cukup lama down, salah satu alasan matinya modul shoutbox yang lama yaitu karena sangat rakus resource. Beberapa membernya termasuk saya mencarikan solusi untuk membuat shoutbox yang hemat resource dan sekiranya bisa di tanam di free hosting.

Lalu munculah ide untuk mengembangkan aplikasi chat di GAE. GDISB awalnya dibangun dengan sistem traditional pooling, dimana client akan melakukan request ke server dalam interval tertentu. Seiring waktu, GDISB mulai dibenahi dengan teknologi yang lebih baik, antara lain menggunakan teknologi Google Channel API (Comet) untuk transaksi datanya, CronJob untuk meringankan beberapa proses update, serta memcache untuk mengurangi query ke Google Data Store.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di post | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar