Teman makan teman

Aku orang yang termasuk “sangat” tidak ingin kehilangan teman. Teman itu adalah harta karun yang paling berharga, nggak bisa diganti dengan harta sebanyak apapun. Ketika udah nggak punya apa-apa atau kepepet, teman pasti nolong. Untuk urusan tolong menolong pun mereka tidak pernah berlebihan, menolong semampu dan semau mereka saja. Itu membuktikan bahwa tidak ada “udang dibalik batu” dari setiap pertolongan yang diberikan. Yah, setidaknya bergitulah pandangan singkat yang kumiliki tentang seorang teman.

Aku punya seorang teman yang dulu bisa saling kenal karena bertemu diacara berskala nasional. Saat itu kami hanya saling bertemu selama satu minggu, tapi kami sempat bertukar kontak instant messenger.

Hari ini teman tersebut menyapaku dari instant messenger. Awalnya aku senang sekali, kami saling bertanya kabar seperti orang yang lama tidak bertemu pada umumnya. Tapi ketika pembicaraan sudah mulai jauh, dia bertanya “Hei, sekarang kerja apa kuliah”. Karena aku bukan orang yang suka jujur, jadi aku bilang aja dulu “Masih nganggur nih dirumah”. Aku pikir ini pertanyaan dan jawaban yang normal, sampai akhirnya dia bertanya “Kamu mau nggak dapat penghasilan perbulan tanpa modal?, caranya mudah kok!”.

Doh, perasaanku mulai nggak enak. Karena nggak mau berprasangka buruk dulu, jadi aku ladenin saja “Wah, memangnya bisa? gimana caranya tuh?”. Maka diapun mulai menjelaskan panjang lebar tentang bisnis yang ditawarkan, yaitu mencari partner jualan, mengumpulkan poin, dll.. Sampai disitu aku sudah tidak bisa lagi menyangkal prasangka buruk yang tadi udah dihilangkan. Aku dibisnisin MLM sama teman sendiriūüĎŅ . Mungkin karena itu dia terlihat begitu akrab dan aku sendiri sempat heran kenapa bisa terlalu care saat bertanya kabar. Berusaha untuk tidak menyinggung perasaannya, akupun meladeni pembicaraan itu hingga ketahap yang agak lebih mendalam, kemudian dengan sengaja mengubah status IM ku jadi invisibleūüėÄ

Itulah yang mengerikan dari seorang teman yang tidak tahu apa artinya memiliki teman, mungkin agak berlebihan jika aku mengutip kalimat yang pernah kutonton disatu film : “Kamu nggak akan pernah tahu apa yang kamu punya, sebelum semuanya hilang.”. Bisnis sih boleh-boleh saja, aku juga nggak ada komentar tentang bisnis tipe-tipe seperti diatas, tapi mbok ya kira-kira to mbak,jangan temen baik juga dijadiin sasaran keuntungan. Kayak nggak ada orang lain aja, memangnya nggak mikir ya gimana perasaan temen kalau dia tahu bahwa dia dimanfaatkan. Yah mungkin juga dia masih hijau dan belum tahu banyak tentang ini, sampai saat ini aku masih bisa menganggapnya sebagai teman, tapi tidak pernah kusapa karena setiap disapa selalu ujung-ujungnya ngajakin bisnis tersebut (yang bisa bikin dia untung). Bukan aku nggak mau teman sendiri sukses, tapi ini bukan tentang uang. Punya uang berapapun juga ngga guna klo ngga punya siapa-siapa.

Yah, sekali lagi aku ngga kritik bisnisnya, tapi orang yang menjalankannya dengan cara “mencaplok” teman sendiri, setidaknya untukku pribadi, aku risih banget kalau digituinūüėÄ . Pernah dengar sejarah group band legendaris The Beattles?. Kini personilnya hanya tinggal 2. 2 diantara mereka telah meninggal, yang satu ditembak mati oleh penggemarnya sendiri, dan yang satu lagi kalau tidak salah terkena kanker (atau serangan jantung?). Kedua personilnya yang masih ada sering ditanya dan ditawari untuk manggung di seluruh dunia, dan mereka selalu menolak, “Kami tidak mungkin melakukannya, 2 dari kami telah tiada”. Padahal mereka bisa meraup keuntungan jutaan dolar dari konser itu.

Itu baru namanya teman!.

Pos ini dipublikasikan di post. Tandai permalink.

7 Balasan ke Teman makan teman

  1. Abu Ja'far berkata:

    I hate MLM!

    gak akan pernah terulang lagi dengan ginian!

  2. Puada berkata:

    Seorang cerdik, pandai telah berpetualang keberbagai tempat sehingga menyimpulkan kebiasaan manusia mendefinisikan perdagangan sebagai berikut ‚Äú Pasar adalah tempat yang didalamnya manusi saling menipu‚ÄĚ artinya kebenaran bisa dengan mudah dikalahkan oleh hasrat manusia.

    Orang berbohong untuk mencapai tuajuan apakah itu dusta yang mendramatisasi sesuatu dalam keadaan mendesak, penipuan yang berbahaya, bualan taktis dan muslihat kecil. Sekarang siapakan yang kita percaya dan siapa yang kita ragukan? Sangat buruk keadaanya saat kita dirugikan oleh kebohongan .

  3. Bjoe berkata:

    dirumah gw semua pada ikutan MLM bonk.. kecuali gw :p jadi ya mereka jalan lewat jalan mereka, gw jalan lewat jalan gw hehehe..

    sukses gak cuman ada 1 jalan kok,tinggal kita aja yg milih jalan yg mana..

    jangan putuskan tali pertemanan (elu mending temen lha gw kluarga =)) ampir tiap saat pasti coba dideketi buat gabung.. bahkan pertemuan2nya ada di rumah gw hahahaha) tetep lah berteman, gak sah dihiraukan yg begituan.. teman tetep lah temen.. apapun (kerjaan) nya dia..

    :kabur:

  4. ditaayunurcahyanti berkata:

    ngga semuanya temen yang Ngembat cwo tmen itu jhat loh…
    heheheh……….hehe

    merka cma muasint kpensarant nya X n cma plu cwo yang perhatiaan..ya kbetulan cowo yg dia cari da pada co tmennya

  5. JERRY berkata:

    MLM APA ? send to my emaiL yaw

  6. inDah berkata:

    sahabat aKu,pcran sama pcar aku sndri .
    jhat bngd dya .
    aku gug nyngka lw slma iniii,dya mnusux qU Drii blkang ..

  7. nofita aprilia berkata:

    temen yg aq percayai ngerebut pacar aq sendiri,
    kurang ajar dia tuch bener2 jahat,aq banci ma km!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s