Tsunami & the Survivors

Malam ini harusnya aku membuka catatan-catatan kuliah, sebab minggu depan akan ada final examination untuk short semester. Tapi entah kenapa badan rasanya malas, trus tiba-tiba jadi ingat bencana besar yang terjadi 26 desember 2004 silam.

Ya, tsunami. Aliran air yang menjadi senjata yang sangat destruktif, menghancurkan kota-kota besar pinggir pantai, siapa yang bisa menghentikannya? kita hanya bisa berlari, mencari tempat yang tinggi, hingga jutaan trilyun tetes air itu pergi dan samudra kembali tenang. Sebagian bertahan, menganggap ini bencana biasa, memilih untuk memeluk harta bendanya. Sebagian menjadi pahlawan, berlari mengejar sanak saudara dan kerabat dekat, mencoba menyelamatkan orang-orang yang disayangi. Sisanya adalah orang-orang yang tidak tahu menahu tentang kejadian ini, mereka yang sedang terlelap, anak-anak bayi yang tertidur pulas, tanpa mengetahui apa yang sedang terjadi, mereka meninggal begitu saja.

Mencoba mengetahui lebih jauh tentang hal ini, aku mulai membuka kamus wikipedia, dan youtube. Masih kental di ingatan seperti apa pasukan air itu dengan cepat menghancurkan bangunan yang telah dirancang sedemikian kokoh. Terjadi karena pergeseran dan pertemuan lempeng bumi, hingga munculnya ombak dahsyat.


A mosque stands alone amongst the ruins ot the tsunami in a district of Banda Aceh, Aceh province, in western Indonesia.

Aku bukanlah saksi hidup dari kejadian itu, karena aku berada di bumi kalimantan. Tapi aku masih sangat ingat waktu itu, 25 desember 2004, kira-kira pukul 20:00, ayahku yang sangat hobi nonton berita di televisi tidak mengubah chanelnya selain metro tivi, rcti, dan tvri. Ayah berkali-kali memanggilku untuk melihat berita-berita terbaru seputar gempa di aceh. Ya, saat itu masih gempa, saat badai perenggut nafas belum datang.

Saat itu sempat kulihat di tayangan tivi, 2 orang laki-laki berlari keluar di sebuah rumah makan tepi pantai di Banda Aceh, mereka menunjuk-nunjuk ke laut, sempat kulihat lampu gantung di rumah makan tersebut bergoyang-goyang. Betapa dahsyatnya gempa saat itu.

Esoknya, bencana terbesar itu akhirnya tiba, seluruh dunia menyorot bumi Aceh. Puluhan rekaman video amatir masuk ke redaksi berita, salah satu video itu menampilkan ibu-ibu yang membaca surah Yasin di lantai dua rumah mereka, seorang diantaranya menangis. Tak lama kemudian kulihat kamera tersebut menyorot lantai satu, seorang bapak-bapak sedang terendam air dan meminta tolong. Tapi nggak ada yang bisa menolong hingga air surut, dan orang itu telah meninggal.

Jika ditanya siapa yang paling sering mengikuti perkembangan berita tentang bencana ini, akulah salah satunya. Waktu itu aku baru saja duduk di kelas 1 SMK. Semua video dan berita dari internet aku kumpulkan, sekedar ingin tahu, betapa hebatnya air pasang naik ke daratan dan menyeret berton-ton bangunan beserta isinya.

Beberapa jam sebelum bencana ini datang, aku sedang dalam keadaan bahagia. This is my birthday. Although no one knows this is my birthday, I still can celebrate it on my self. 01.00 AM I make a wish, God, please let me see all people smile today, please let me see their happiness, although they don’t know today is my birthday, but I want they fell like I was. Tapi Tuhan berkata lainūüôā

Mencoba mencari sisi positif dari bencana ini, aku kembali membuka beberapa keyword di youtube. Kutemukan beberapa video, salah satunya berjudul “2 Years After Tsunami”. Disana diperlihatkan mereka-mereka yang berhasil bertahan, bukan hanya fisiknya, melainkan semangatnya. Kulihat anak-anak mulai tersenyum, orang tua mulai membuka lahan pertanian, ibu-ibu mulai mencari nafkah. Aku bangga melihatnya, mereka tersenyum, mereka sudah mulai merasakan kebahagiaan. Aku tersadar, ternyata aku harus menunggu 2 tahun untuk melihat mereka tersenyum dan bahagia kembali. Terima kasih ya Tuhan, kau telah kabulkan doa hati kecilku.

Pos ini dipublikasikan di post. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s