Ngikutin kemauan mereka atau..?

Ini adalah minggu ke enam dari total 8 minggu untuk semester pendek akhir tahun. Dosenku kali ini lebih cepat menyudahi materi pembahasannya dan lebih memilih untuk memberikan gambaran final examination yang akan kami hadapi nanti di minggu ke delapan. Final examination atau bahasa ndeso bakunya adalah ulangan umum, adalah event evaluasi terhadap materi yang telah diberikan selama satu semester. Ngeri juga dengan final examination, karena mitosnya yang terkenal sulit dan ketat. Tapi bukan itu yang sedang aku pikirkan waktu sang dosen berbagi cerita, ada satu hal yang dia singgung dan cukup menyita pikiranku hingga detik ini, dan akhirnya kuputuskan untuk membaginya disini.

“Because you are a software engineering student, you have to study hard about software development. Just look behind and see all of your senior doing great things in their project, 2 of them were getting award of eGenting Coding Competition and also award from our university, they making an great application with Java technology”.

Ini bukan kali pertama mereka (para dosen) mengelu-elukan Java dan ASP. Sudah hampir di setiap kelas mereka tidak pernah menyebut teknologi lainnya seperti PHP, C++ (kalo ini pernah terkadang). Kenapa?, Aku sampai sekarang hanya bisa menyimpulkan karena universitas memang mendapat support oleh Sun Microsystem, tapi kenapa harus menghipnotis mahasiswanya agar terjun ke dunia tersebut?. Java adalah teknologi yang oke, ASP juga, semua bahasa punya kelebihan dan kekurangan, harusnya ini yang diajarkan kepada para mahasiswa, bukannya menyetir mereka untuk terjun ke bahasa-bahasa tertentu, atau ini lebih mirip dengan dikadalin?

Hmm.. itu sekedar intermezo dari permasalahan inti, karena yang aku pikirkan adalah, judul tugas akhir apa ya yang akan aku buat nanti?. Haruskah selalu berkaitan dengan Java?. Terus terang sekarang aku lebih fokus ke Graphic Programming dengan C++ dan graphics library semacam Open GL dan Microsoft DirectX, khususnya untuk keperluan pembuatan game. Jika nanti aku mengusulkan judul tugas akhir bertemakan game, kira-kira apa tanggapan mereka? pesimis kah? kalaupun diterima, apakah ada perbedaan nilai antara membuat game dengan Java versus bahasa pemrograman lain?.

Oke, mari berpikir positif aja, anggap mereka menyetujui judul tugas akhir ku, lantas masalah selanjutnya adalah, darimana mereka menilai hasil akhir dari sebuah game?. Mungkin kalau aplikasi akan lebih mudah menilainya, bisa dari segi teknologi yang digunakan, tingkat kesulitan, dan fungsi aplikasi tersebut untuk khalayak ramai.

Tapi kalau game memangnya apa yang bisa dinilai?. Teknologi yang digunakan? ah biasa mah kalau pakai DirectX atau OpenGL, rata-rata game juga gitu. Tingkat kesulitan?, sayang sekali disini sepertinya dosennya terlalu banyak bikin aplikasi non game, tidak terlalu paham seberapa sulitnya perkalian matriks 3 dimensi, deteksi tubrukan, event handler, ray tracing, kalkulasi cahaya, dll, bahkan kalaupun dimasukan fungsi multiplayer jangan-jangan dikira biasa juga. Fungsi game untuk khalayak ramai? hmm.. melatih ketangkasan (sudah umum), edukasi (umum juga), menghibur (apalagi ini). Atau dari sisi grafis?, wah kalau yang ini udah lepas dari bagian software engineering, lagipula anak kecilpun jarang yang kagum dengan sistem partikel yang ada di setiap tubrukan mobil di NFSU, mereka menganggap “memang seharusnya begitu”.

Ya, memang jauh lebih mudah menilai sebuah aplikasi (non game) daripada menilai game. Kenapa?, karena aplikasi sudah dikelompokan untuk tujuan-tujuan tertentu, contoh adalah word processor, kita bisa membandingkan Microsoft Word, Abi Word, Open Office, dan sederet software lainnya, cukup mudah juga membandingkannya, bisa dilihat dari segi fitur, kemudahan pemakaian, kompatibilitas sistem, kelengkapan dokumen manual, tampilan, dll. Atau bisa juga dinilai dari apakah aplikasi tersebut mengusung teknologi baru. Contoh adalah Microsoft Word yang mendukung voice command dan voice dictation (meskipun ini udah lama), atau beberapa word processor lainnya yang dapat berjalan di browser. Relatif mudah menilai bagus tidaknya sebuah aplikasi, karena kebanyakan dari kita lebih sering menggunakan aplikasi dari pada memainkan sebuah game.

Bagaimana menilai sebuah game?, kita ambil satu contoh, NFSU dengan TrackMania, kedua-duanya adalah game bergenre balapan, kedua-duanya mengusung modifikasi mobil. Tapi mana yang terbaik?. Susah juga membandingkannya, dari segi grafis, NFSU lebih unggul (meskipun TrackMania juga nggak bisa diremehkan), dari segi gameplay cukup sulit membandingkan, NFSU lebih kepada balapan liar ditengah kota, TrackMania lebih kepada balapan berkecepatan tinggi (yang udah pernah main pasti pernah liat speed meternya lebih dari 600). Atau aku salah membandingkan?. Ya, mungkin aku salah membandingkan, dan itulah yang aku takutkan kalau mengambil tugas akhir bertemakan game. Anggap saja aku membuat game bergenre SHMUP (Shoot’em Up) semacam Raiden atau Giga Wings, jangan-jangan mereka nanti membandingkannya dengan Microsoft Flight Simulator, atau lebih buruk lagi, membandingkannya dengan Half Life II atau Doom?

“Belajar semua aja kalo gitu!”. Hehehe.. aku lebih suka menyelam di sumur yang dalam daripada harus menjelajahi danau, entahlah judul tugas akhir apa yang harus kuambil nanti, apapun itu, mudah-mudahan bisa memuaskan. Lagi pula masih lama kok, kan ini baru first semester, just curious what will happened:mrgreen:. Lagi pula mungkin aku masih terlalu dini untuk memikirkan hal tersebut, terlalu dini untuk memuat berbagai macam statement, belum terlalu banyak makan asam garam:mrgreen:

Pos ini dipublikasikan di post. Tandai permalink.

5 Balasan ke Ngikutin kemauan mereka atau..?

  1. Fukutenshi Youfan berkata:

    Ahahhahaa…

    Ini bukan kali pertama mereka (para dosen) mengelu-elukan Java dan ASP.

    Peoples in game development, called it ‘kids stuff’…ūüėÄ

    Come on, what do you think is JRE written from? It’s C/C++…

  2. Fukutenshi Youfan berkata:

    Eh I don’t underestimated Java or ASP… What I mean is, don’t underestimated another languages, especially C/C++…

  3. kecebongsoft berkata:

    iya, aku juga disini nggak berusaha menyudutkan salah satu bahasa, yang aku sesalkan adalah mereka yang menganggap bahasa yang mereka pakai adalah segala-galanya, nggak mandang kiri kanan ada siapa aja. Pokoke bahasa A yang paling keren, mo bikin game kek, aplikasi desktop, web, mobil, pokoke bahasa A paling yahud. hehehe…, jadi inget language war di GDI nih:mrgreen:

  4. L_O_J berkata:

    Hoalah derita dan gundah gulana standar mahasiswa comp sci tentang game related project untuk tugas akhir (wkwkwkwkw).

    Kalo gue sih dulu, liat dulu seperti apa dosen pembimbingnya ? Open minded kah, atau masih tipe yang mengernyitkan dahi waktu di sebut kata ‘game’ ? Kalo yang pertama ya sudah hajar aja bikin game, tapi kalo tipe yang kedua mungkin lebih baik dikasih sedikit ‘head fake’ (tipu-tipu) hehehehe.

    Contoh tipu-tipunya ? ambil subset bagian dari sebuah game dan belokin dikit ke bentuk lain (bayangin game itu segede gaban bagian-bagiannya, sampe subsetnya aja bisa dijadiin 1 bahan sendiri), misal terrain rendering, bisa aja loe bikin visualisasi GIS pake itu (tapi masih jaman gak ya ?). Terus kalo mo makin iseng dan punya banyak waktu, bikin bisa lebih interaktif, bisa jalan2 di mapnya, akhirnya jadi kaya game pesawat + rts + simulasi + suka-suka loe.

    Oia bagus juga kalo bisa melawan pakem, seperti memakai bahasa yang gak mainstream di kampus (baca: pasaran), biarin aja dosennya skeptis, asal loe bisa ngasih alasan yang jelas kenapa make bahasa yang loe pake mah, kalo IMO justru lebih hebad, thinking out of the box, gak ikut-ikut orang. Tapi sekali lagi tergantung dosen wkwkwkw.

  5. saifgelo berkata:

    aku harus gimana neeee, aku bingung aku sudah dapet kerjaan tapi ortu mau ane menyandang sebagai pegawai negeriiiiii bingung oi,
    semerntara penghasilan aku bekerja di warnet lumayan baik bagiku, lantasa ene, sudah terbiasa ditempat kerjaku, tapi ane dapet tawaran menjadi pegawai honoran di polda dan di tempatkan di bagian logistik, dan kalo ane mau ada yang bisa bantuin dan itu kemauan ibu ane juga, sementara ane masih berpilir panjang, jikalau ane lepas kerjaan yang sudah dijalani selama beberapa bulan ini, apa bisa menjamin tempat yang baru akan nyaman, dan cocok sama ane, gimana neeeee teman?????????????

    aku tunggu balasannya yaaaaaaa ke saifgelo@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s