KalTimProv.go.id is now P*ngecut

Iseng-iseng di siang bolong buka milis IT-Kaltim. Disitu terdapat satu thread baru yang berisikan seperti ini :

kaltimprov.go.id


beberapa hr ini sy coba buka situs kaltimprov.go.id, kok gak bs yah….?
padahal ini proyek milyaran, tp aksesnya lambat bgt….
apa krn yg ngerjain bukan org kaltim yah???

Rgds,
Budi

Kebetulan, SMKTI Airlangga dulu sempat mengelola server KaltimProv.go.id selama beberapa hari (atau minggu?), tapi sayangnya project tersebut telah diambil alih oleh salah satu tim IT dari ITB (CMIIW).

Website yang dulunya menggunakan salah satu CMS (lupa namanya) sudah memiliki konten yang sangat lengkap dan up-to-date. Kemudian setelah terjadi kerusakan dari sisi webserver (dimana masa kontrak dengan tim web developer yang telah habis-CMIIW), sehingga ditunjuk beberapa tim untuk memperbaiki webserver dan webmail (termasuk SMKTI Airlangga). Bahkan berita tentang tidak dapat diaksesnya website tersebut sempat mencuat di milis IT-Kaltim.

Yup, setelah server berhasil running kembali (masih menampilkan website yang lama), nothing’s wrong with it dan tim IT melanjutkan pekerjaan mereka ke bagian webmail. Namun sayangnya, website yang sebenarnya sudah running dan tidak ada masalah teknis tersebut akhirnya dirubah ke versi terbaru (Joomla, CMIIW) oleh tim IT yang baru. Dan dakuw melihat satu kalimat kep*ngecutan dari siapapun yang telah menginstall CMS tersebut :
kaltimprov.jpg
Bagi dakuw pribadi, meskipun bukan seorang web developer yang berpengalaman, kalimat tersebut (Best View on *****) benar-benar memalukan, apalagi untuk sekelas tim IT elit yang mengerjakan website bernilai milyaran rupiah, tidak bisakah kalian membuat template yang cross browser?. Setahu dakuw CMS Joomla tidak pernah menyertakan kalimat tersebut secara default, template gratisan pun hampir tidak ada (CMIIW) yang menyertakan kalimat tersebut (yang berarti kalimat tersebut ditulis sendiri). Bahkan di website SIPSA yang SMKTI Airlangga bangun tanpa mengeluarkan satu sen pun, tidak terdapat segelintir kalimat yang menyarankan user memakai browser tertentu.

Maaf kalau topik ini terkesan nge-flame. Tapi dakuw hanya ingin berpesan sesuatu, browser kan sekarang banyak om, ada ga cuma firefox dan IE aja, ada opera, netscape, flock, torpark, mac safari, macem2 deh. Project website mahal-mahal kok keok sama browser..
Sebenarnya yang seperti ini udah umum, tapi berhubung ini website pemprov Kaltim dan dakuw orang Kaltim, jadi ada baiknya dakuw nulis ini, itung-itung masukan. Dan jangan dipikir bahwa dengan tulisan ini dakuw pengen mencalonkan diri jadi backbone IT disana, ga lah, dakuw have an another plan…

Untunglah yang punya web gak nambahin, “on 1024×768 with Windows XP SP2”

Huehehehe.. j/k dehūüėÄ

Pos ini dipublikasikan di post. Tandai permalink.

11 Balasan ke KalTimProv.go.id is now P*ngecut

  1. lintas_alam berkata:

    Setuju, AFAIK selama gw kerja bikin web sama orang bule, mereka paling anti sama kata-kata “Best Viewed with”..

    Memalukan banget apalagi kalau projectnya milyaran… haha

    Damai.. damai…

  2. SoyBan berkata:

    [OmRoy‚ĄĘ Mode = On]
    Jangan pedulikan tulisan di blog, 68% hanya trend sesaat
    [OmRoy‚ĄĘ Mode = Off]

    Website lo juga harus di kasih footer “Best viewed bersama kacang goreng dan kopi panas + majalah playboy”

    *KABUR…

  3. Tutur berkata:

    Website saya saja dibayar 500 ribu nggak ada kalimat gituannya, asli cross platform, gak pakai CMS-CMSan lagi..

    Dasar Orang Indonesia..!!

  4. Tutur berkata:

    RALAT

    Saya juga orang Indonesia..

    Dasar Orang Indonesia Terkecuali Saya..!!!

  5. Duke berkata:

    Waduh ada Copyrightnya juga..!!

    Ini namanya klaim sepihak dong, enak aja yang lain capek-capek bikin joomla, copyrightnya ke dia…

    Police..!! need you here..!!

  6. a berkata:

    ada situs bagus di kaltimbungul.blogspot.com
    gak sengaja ketemu

  7. Awang berkata:

    Om, Apakah hal ini juga sama dengan yg ada diwebsite Kalima Center (www.kalimacenter.com)khususnya copyrightnya? ditambah kalau kita lihat view page soure nya maka akan terlihat:

    Apa boleh yaaa?

  8. J berkata:

    sekarang udah gk ada ‘Copyright’-nya lagi ama ‘Best View…’-nya

    adanya ‘Pemerintah Kalimantan Timur’

  9. gory gory berkata:

    milyaran …??? setahu saya — dari salah satu org dalam– bilang, cuma 30 juta, itu pun belum dibayarkan. Entah ada org keuangan yg majekin atao gimana. Malah katanya juga tim mereka dipaksa mengerjakan semua web dinas dengan dana yg 30 juta itu.

    Aku bukan belain, cuma apa gak sebaiknya di cross check dulu berita kayak gitu ? biar gak jadi rumor yg sesat. Aku juga kecewa lihat tampilan web nya, tapi di balik itu ternyata ada cerita sebuah pemerasan.. aku baru paham.

    Bahkan dapet info dari org kontraktor internet katanya salah satu kasubid (ibu2 yg paling sering jalan bareng komunitas IT) minta setoran duit ***ribu USD dari kontraktor.

    Kok bandwith 4 MB, yg harganya 600 juta/bulan gak dibahas? padahal menurut org telkom bisa didapat dgn harga kurang dari 150 juta.

  10. Kunarso berkata:

    KANDUNGAN CERITA HONOCOROKO
    (Penjaga dan Pembawa Pesan yang Menjadi Korban)

    Oleh : Kunarso *)

    KANDUNGAN cerita dalam kaitan nama Aksara Jawa yang sering disebut sebagai ‚ÄúHONOCOROKO‚ÄĚ, memiliki makna yang bernilai tinggi, mengingatkan kita semua untuk selalu membangun dan memelihara komunikasi agar terhindar dari salah persepsi dalam memberi, menjaga dan membawa pesan sehingga dapat dicegah dan dihindari adanya pertengkaran dan permusuhan yang dapat merugikan berbagai pihak.
    Nama Honocoroko sendiri diambil dari baris pertama dalam deretan Aksara Jawa, yang lengkapnya adalah sebagai berikut :

    HO NO CO RO KO
    DO TO SO WO LO
    PO DHO JO YO NYO
    MO GO BO TO NGO

    Dua puluh Aksara Jawa yang tersusun dalam empat baris itu dalam sejarahnya memiliki muatan cerita :

    Ono Caroko = ada utusan (abdi setia)
    Doto Sawolo = saling berseteru
    Podho Joyonyo = sama-sama sakti
    Mogo Bothongo=Keduanya jadi bangkai

    Dalam cerita, adalah seorang Satria namanya Ajisaka yang tinggal di sebuah pulau terpencil bersama dua orang abdi setianya, yaitu Dora dan Sembodo. Pada suatu hari Ajisaka bertekad untuk memperbaiki hidupnya dengan hijrah pergi ke ibukota kerajaan. Dora diajak ikut, sedangkan Sembodo tetap ditinggal di pulau dengan dititipi sebuah keris. Ajisaka berpesan agar keris tersebut dijaga dan disimpan, jangan sampai diberikan kepada orang lain. Sebagai abdi yang setia, maka pesan itupun diterima dan disanggupinya dengan tekad akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

    Kemudian setelah sekian lama, berbagai liku-liku perjalanan hidup dilaluinya, Ajisaka sukses menjadi Raja. Ketika itu, Ajisaka memerasa perlu untuk mengambil kerisnya, maka diutuslah Dora untuk menemui Sembodo guna meminta kembali keris yang dititipkan.Apa yang terjadi kemudian, sungguh diluar dugaan, kedua abdi yang setia, thaat dan sangat hormat itu merasa berada pada posisi yang berseberangan. Masing-masing abdi tidak ingin melanggar dan mengabaikan pesan Ajisaka. Sulitnya, kondisi pada saat itu tidak memungkinkan untuk berkomunikasi kembali sehingga masing-masing tetap berpegang teguh pada pesan awal yang diterimanya.Ketika Dora datang menyampaikan pesan Ajisaka yang mengutusnya untuk mengambil keris, maka Sembodo tidak mau menyerahkan keris tersebut. Sikap ini adalah sesuai dengan pesan yang diterima sebelumnya. Kedua Abdi setia itupun saling bersikukuh melaksanakan pesan Ajisaka, yang satu tidak mau memberikan keris yang dititipkan Ajisaka kepadanya, sementara itu yang satu lagi bertekat tidak akan kembali kepada Ajisaka yang kini menjadi Raja sebelum keris dibawa serta.
    Pertengkaranpun terjadi tak terhindarkan lagi. Kedua abdi saling memperebutkan keris dengan mengeluarkan tenaga, kemampuan dan kesaktian yang dimilikinya untuk merebut dan membela diri. Kekuatan keduanya berimbang, tidak ada yang mau mengalah dan akhirnya keduanyapun jadi korban, tewas menjadi bangkai tertusuk keris.Adapun pelajaran berharga dari cerita yang penuh makna itu adalah betapa penting dan perlunya membangun serta memelihara komunikasi antar berbagai pihak sejak dini secara rutin maupun berkala, terus-menerus dan tidak terhenti.Lebih-lebih pada era modern seperti sekarang ini, ketika alat komonikasi sudah semakin canggih dan hampir tak terhalangi, sungguh amat sayang jika masih ada pihak yang belum paham, tidak mengerti dan tidak mau belajar teknologi informasi.

    Penegakan disiplin kehadiran pegawai yang belakangan ini menggunakan alat deteksi sidik jari sebagai perekam data kehadiran pegawai, tidak mustahil pada saatnya nanti dapat menimbulkan perbedaan persepsi. Apalagi jika petugas yang menangani kurang memahami makna hakiki dari penggunaan alat pendeteksi yang masih perlu dikonformasi dengan fakta sebenarnya yang terjadi. Bisa jadi, ada pegawai yang pada suatu hari sudah hadir dan bekerja tetapi karena sesuatu hal baik karena lupa atau karena ada hal lain tidak atau terlambat menempelkan jari. Jika hanya mengandalkan data mati dan tidak disertai komunikasi, maka keputusan salah akan dapat terjadi, yaitu memotong uang insentif pegawai yang dianggapnya mangkir atau terlambat tidak permisi.

    Begitu pula, ketika Gubernur Kaltim menaruh perhatian besar dalam penegakkan hukum berkaitan dengan pemberantasan korupsi, bersamaan dengan itu juga menghendaki adanya suasana kondusif bagi pegawai dalam melaksanakan tugas sehari-hari, maka dibentuklah KORMONEV (Koordinasi, Monitoring dan Evaluasi). Wakil Gubernur sebagai ketua Kormonev dengan beberapa anggotanya bertugas untuk mengawasi, mencermati, meneliti, mendalami semua laporan yang masuk terkait korupsi. Laporan akan dievaluasi, jika memang ada bukti kuat maka akan ditindak lanjuti. Apabila terbatas pada administrasi akan ditindak lanjuti Bawasprov, sedangkan yang memang benar ada tindak pidana maka ditindak lanjuti oleh pihak Kepolisian, Kejaksaan atau KPK. Gubernur berpesan agar pegawai yang dipanggil KPK, Kejaksaan atau Polisi mendapatkan ijin dari Gubernur. Yang diperlukan kemudian adalah kejelasan aturan agar tidak terjadi salah persepsi bagi aparat pelaksananya. Intinya, komunikasi perlu diperjelas, terus berlanjut, tidak terhenti.InsyaAllah dengan komunikasi yang terus berlanjut dipelihara dan diperbaharui, dapat dicegah jatuhnya korban yang merugikan berbagai pihak, baik pemberi, penjaga, penerima dan pembawa pesan, termasuk aparat penegak hukum yang mendapat pesan dan bertugas mengamankan pelaksanaan undang-undang dan peraturan yang berlaku.

    *) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur.
    http://loabakungceriablogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s