Dedi Purwanto

Tentang keseharian, pemikiran dan masalah seorang remaja biasa.

Arsip tag javascript

GDI ShoutBox v1

hdr_logo-o

GDIShoutbox adalah aplikasi web-based real-time chat yang dibangun diatas Google App Engine (GAE). GDISB memakai beberapa teknologi yang memungkinkan aplikasi chat menjadi lebih ringan, cepat, dan efisien.

GDISB sudah mulai dikembangkan sejak awal tahun ini, ide pengembangannya muncul karena website gamedev dimana saya aktif, punya modul shoutbox yang cukup lama down, salah satu alasan matinya modul shoutbox yang lama yaitu karena sangat rakus resource. Beberapa membernya termasuk saya mencarikan solusi untuk membuat shoutbox yang hemat resource dan sekiranya bisa di tanam di free hosting.

Lalu munculah ide untuk mengembangkan aplikasi chat di GAE. GDISB awalnya dibangun dengan sistem traditional pooling, dimana client akan melakukan request ke server dalam interval tertentu. Seiring waktu, GDISB mulai dibenahi dengan teknologi yang lebih baik, antara lain menggunakan teknologi Google Channel API (Comet) untuk transaksi datanya, CronJob untuk meringankan beberapa proses update, serta memcache untuk mengurangi query ke Google Data Store.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Firefox 4 telah rilis

Firefox 4 Beta 12 telah dirilis ke publik kemarin (25 February 2011). Seperti rilis-rilis beta yang lainnya, versi ini belum sepenuhnya stabil, dan belum banyak add-on yang bisa diconfirm kompatibel.

Ada nyaris 1000 bug telah ditutup di versi ini, salah satunya adalah bug di bagian page zooming. Kemudian versi beta ini juga membawa beberapa perubahan seperti support untuk WebGL di linux, homepage yang di desain ulang, offline mode sekarang akan otomatis switch off/on menyesuaikan koneksi internet, serta implementasi Javascript Engine yang baru. Baca tulisan ini lebih lanjut

Google Chrome 10 dirilis, Javascript 64% lebih cepat

Versi Beta pertama dari Google Chrome 10 sudah dirilis minggu kemarin, versi baru ini membawa Javascript engine yang lebih cepat. Sejak review pertama saya tentang Google Chrome tahun lalu, Chrome sudah cukup cepat dan stabil, dan dalam bulan ini, Google telah merilis versi 9 dan 10 Beta.

Chrome versi 9 masih memakai mesin Javascript V8, namun untuk versi 10 beta, Chrome telah mengganti V8 dengan sebuah Javascript engine baru, dan hasil benchmark yang dilakukan oleh Computerworld menunjukan bahwa Chrome 10 punya mesin javascript yang 64% lebih cepat dari V8.

Chrome sendiri sudah melakukan berbagai optimisasi, dengan codename Crankshaft, yang sudah dirilis pada V8. Namun implementasinya baru “diselipkan” di Chrome 10 Beta. Baca tulisan ini lebih lanjut

Dapat hadiah

Sekitar pukul 3 pagi hari ini, saya menulis tentang salah satu kelemahan Worpress.com, dimana kelemahan tersebut bisa membuat kita meng-inject code HTML/JS/CSS kedalam page kita, kelemahan ini secara otomatis membuat kita mendapatkan fitur yang sama seperti premium user, karena kita bisa memasukan elemen apapun tanpa batasan. Baca artikelnya disini.


Tepat sebelum saya mem-publish tulisan saya, saya menulis security report ke WordPress.com tentang masalah ini, sekaligus meminta izin jika sewaktu-waktu saya akan membahas masalah ini di blog saya.

 

Satu setengah jam kemudian, staff dari Automattic membalas email saya, mereka sudah menutup kelemahan ini tepat setelah saya melakukan report. Dan tebak apa lagi?. Saya diberi hadiah 1 tahun CSS Custom gratis! :D . Makasih WordPress! :D Ini screenshotnya : Baca tulisan ini lebih lanjut

Hacking Trick : CSS Injection

Sebelum saya ngebahas ini, please note that this is just a learning material, and hacking is not a child’s play. When you broke a site, it’s not cool or smart or genius, it’s a crime. Buat saya pribadi hacking adalah proses pembelajaran (mencari bug, fixing code, optimizing) bagi si coder untuk meng-involve teknik/trik programming baru.

Kali ini saya mau ngebahas gimana lubang pada application layer bisa dimanfaatkan buat ngemodifikasi style CSS (Cascading Style Sheet) pada sebuah elemen yang menggunakan tag DIV atau SPAN. Pada prakteknya nanti, kita bisa mengubah tampilan sebuah elemen dengan mengubah style CSS-nya lebih dari yang diperbolehkan oleh situs tersebut. Yang lebih menyeramkan lagi, kita bisa mengubah style tersebut sedemikian rupa hingga tampilan situs secara keseluruhan berubah (atau bisa disebut deface?). Baca tulisan ini lebih lanjut

Mobile Browser : Dunia Tanpa Kue

Yayaya.. Sekarang dunia sudah canggih, dan aku pasti dibilang gila karena pernah berfikir seperti apa yang akan kutulis sebentar lagi, bodo ah disebut gila :mrgreen: . Tapi serius aku dulu pernah berfikir seperti ini dan mencari solusinya, meskipun belum pernah implementasi. Apa yang sedang kita bicarakan?. Baca tulisan ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: