Dedi Purwanto

Tentang keseharian, pemikiran dan masalah seorang remaja biasa.

Arsip tag development

Asah Kemampuan Software Development

Software Development adalah telur

Saya ingin melakukan klaim pribadi, bahwa mayoritas lulusan IT, setidaknya yang saya kenal, memiliki pehamaman minim di jurusannya, bahkan setelah lulus. Salah satu skill yang katanya sangat sulit dijamah adalah software development (programming). Kenapa?.

Setiap tahunnya, kampus saya meluluskan setidaknya hampir seribu mahasiswa/i fakultas Computing & IT (FOCIT). Di fakultasi ini ada beberapa jurusan seperti Multimedia, Networking, Business IT, Computer Science dan Software Engineering. Saya adalah salah satu dari mungkin hampir seribuan pelajar yang lulus di FOCIT tahun lalu, jurusan saya adalah Software Engineering.

Kesan saya setelah lulus adalah, apa yang disajikan degree (S1) IT memang sangat kurang jika kita ingin benar-benar mengasah kemampuan IT, utamanya di bagian Software Development, sehingga banyak perusahaan yang memvonis lulusan IT sebagai benar-benar pemula. Saya nggak terkejut melihat sebagian teman-teman belum mahir dalam mengembangkan sebuah system, problem solving, atau sekedar menulis program kecil. Karna ternyata dibeberapa negara lain juga mengalami masalah yang sama, bahkan di negara-negara yang sering orang bilang “barat”.

Software Development memang satu topik yang sangat luas, nyaris mustahil bisa di cover dalam 3-4 tahun kuliah dengan jam belajar hanya sebatas pagi sampai sore dan ditambah beberapa tugas rumah. Untuk menguasai banyak topik software development, kita tidak bisa hanya mengandalkan jam kuliah. Satu-satunya cara adalah dengan belajar secara mandiri, dan untungnya, banyak sekali media yang memudahkan belajar software development secara mandiri.

Meskipun saya sendiri belum bisa meng-klaim diri sebagai orang yang berpengalaman, tapi saya bersyukur punya teman-teman yang sudah cukup kaliber di beberapa field software development. Ada beberapa hal yang saya selalu ikuti dan ingat, dan terasa sangat bermanfaat untuk mengasah kemampuan kita di software development. Apa saja?.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Mengenal Google Channel API – Part 2

Setelah mengenal konsep dasar dari Channel API, saatnya kita membuat implementasi sederhana. Disini kita akan membuat sebuah aplikasi yang meng-init sebuah channel (hanya satu channel), dan mengirim token beserta client_id nya ke browser. Kemudian, di browser kita pasang satu tombol untuk mengirim pesan ke server, pesannya adalah nama kita, ketika pesan terkirim, server akan membalas dengan pesan yang lain (yaitu : “Hallo, [Nama]!”), lalu ditampilkan di browser.

Server Code (Python)
Pertama kita buat script (python) yang akan ditanam di server untuk menghandle setiap request. Lihat listing dibawah:

from google.appengine.ext.webapp import template
from google.appengine.ext import webapp
from google.appengine.ext.webapp.util import run_wsgi_app
from google.appengine.api import channel
from django.utils import simplejson
# Handler Utama
class MainPage(webapp.RequestHandler):
    def get(self):
        client_id = "mychannel" # Nama Channel
        token = channel.create_channel(client_id) # Buat channel dan ambil tokennya
        # Kirim client_id dan channel ke output
        output = template.render('index.html', {'token' : token, 'client_id' : client_id})
        self.response.out.write(output)

# Handler ketika client mengirim pesan
class MessageReceived(webapp.RequestHandler):
    def post(self):
        # Ambil client ID dan name
        client_id = self.request.get('client_id')
        name = self.request.get('name')
        # Format balasan dengan JSON
        reply = {
            'reply_message' : 'Hallo, ' + name + '!'
        }
        # Kirim balasan, parameternya (client_id, pesan)
        channel.send_message(client_id,simplejson.dumps(reply))

application = webapp.WSGIApplication(   [
                                        ('/msg',MessageReceived),
                                        ('/', MainPage)
                                        ],debug = True)
def main():
    run_wsgi_app(application)

if __name__ == "__main__":
    main()

Baca tulisan ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: