Aku orang yang termasuk “sangat” tidak ingin kehilangan teman. Teman itu adalah harta karun yang paling berharga, nggak bisa diganti dengan harta sebanyak apapun. Ketika udah nggak punya apa-apa atau kepepet, teman pasti nolong. Untuk urusan tolong menolong pun mereka tidak pernah berlebihan, menolong semampu dan semau mereka saja. Itu membuktikan bahwa tidak ada “udang dibalik batu” dari setiap pertolongan yang diberikan. Yah, setidaknya bergitulah pandangan singkat yang kumiliki tentang seorang teman.
Aku punya seorang teman yang dulu bisa saling kenal karena bertemu diacara berskala nasional. Saat itu kami hanya saling bertemu selama satu minggu, tapi kami sempat bertukar kontak instant messenger.
Hari ini teman tersebut menyapaku dari instant messenger. Awalnya aku senang sekali, kami saling bertanya kabar seperti orang yang lama tidak bertemu pada umumnya. Tapi ketika pembicaraan sudah mulai jauh, dia bertanya “Hei, sekarang kerja apa kuliah”. Karena aku bukan orang yang suka jujur, jadi aku bilang aja dulu “Masih nganggur nih dirumah”. Aku pikir ini pertanyaan dan jawaban yang normal, sampai akhirnya dia bertanya “Kamu mau nggak dapat penghasilan perbulan tanpa modal?, caranya mudah kok!”. Baca Lebih Lanjut »