Dedi Purwanto

Tentang keseharian, pemikiran dan masalah seorang remaja biasa.

Pilih-pilih WordPress Blog Client

Satu hal yang sering membuat saya malas nge-blog. Yaitu karna post editor milik WordPress terasa sangat nggak nyaman. Ya, memang editornya canggih sekali, tapi semua fitur itu membuat editornya menjadi bloat dan untuk menulis atau memasukan hal-hal ringkas butuh waktu yang lama. Akibatnya, banyak hal-hal yang saya rasa penting tapi tidak di post karna untuk nge-load editornya saja perlu nunggu.

Tapi itu nggak berlangsung lama, karena ada alternatif lain untuk ngepost artikel, yaitu menggunakan blog client. Blog client adalah software yang dibuat khusus untuk menghandle aktivitas blogging seperti melakukan posting, editing, moderasi komentar, dll. Blog client di desain khusus agar bisa sinkron dengan layanan blog yang ada sekarang seperti WordPress, Blogger, atau LiveJournal.

Saat ini, ada puluhan blog client yang tersedia, mulai dari yang gratis hingga berbayar. Tapi tidak semua cocok dengan kebutuhan kita. Masalahnya adalah tiap layanan blog punya fitur-fitur unik yang belum tentu tersedia di blog client. Misalkan untuk WordPress, kita bisa memasukan gambar yang diframe dan diselipkan caption, kita juga bisa menyelipkan formatted source code. Dengan berbagai keunikan ini, kira-kira blog client apa yang paling cocok untuk WordPress?


Fitur-fitur penting WordPress

Ada beberapa fitur yang saya sangat sering gunakan di WordPress, yaitu Image Caption dan Source Formatter. Image Caption berguna ketika kita ingin menyelipkan gambar dan ingin memasang frame serta caption di gambar tersebut. Di blog saya banyak sekali gambar-gambar yang menggunakan Image Caption, selain tampilannya lebih rapi, juga akan jadi lebih informatif karena caption ditampilkan langsung dibawah gambar, berbeda dengan image alt dan title tag, yang hanya akan muncul ketika mouse di hover.

Fitur kedua adalah Source Formatter. Source Formatter sering saya gunakan untuk memasukan source code kedalam post. Dan Source Formatter milik WordPress menurut saya benar-benar bagus, banyak support languagenya, ada opsi untuk plain text, print, alternate lines, gutter, dan lain-lain.

Selain dua fitur utama diatas, ada banyak fitur lainnya yang saya perlukan dan hanya saya temukan di post editor bawaan WordPress. Post editor yang dimiliki wordpress menampilkan preview yang nyaris sempurna dan saya tidak perlu double check untuk memastikan tampilannya di blog saya. Jadi cukup sulit juga mencari blog client yang memenuhi fitur ini.

Daftar Blog Client

Ada banyak sekali blog client yang tersedia untuk WordPress, yang pernah saya coba contohnya adalah BlogJet, BlogDesk, Ecto, dan Windows Live Writer. Ini adalah list blog client yang ada untuk WordPress:

Selain daftar blog client diatas, juga ada blog client untuk platform mobile, web, dan yang lainnya. Listnya bisa dilihat disini.

Dari rata-rata blog client yang saya coba, kebanyakan yang sangat sulit dicari adalah Image Caption dan Source Formatter. Begitu saya nggak menemukan dua fitur tersebut, that’s it, langsung uninstall Open-mouthed smile. Saya nggak melanjutkan mencoba fitur lain karena absennya dua fitur tadi sama artinya dengan saya harus kembali ke post editor WordPress untuk mengedit kembali post saya.

Pilihan terbaik menurut saya adalah Windows Live Writer, satu-satunya yang saya tidak temukan di Windows Liver Writer adalah Image Caption, tapi bisa dengan mudah diselipkan menggunakan manual tag.

Tentang Windows Live Writer

Saya pakai Windows Live Writer kira-kira sejak 1-2 tahun yang lalu. Pertama kali menjalankan WLW, kita akan mengkonfigurasi account blog kita, disini cukup memasukan alamat blog, username dan password. Setelah itu kita ditanya apakah akan mengimport theme atau tidak. Dengan mengimport theme, kita bisa melakukan live-preview blog kita pada saat menulis post, ini salah satu fitur kerennya WLW.

Ada beberapa hal yang harus saya install dan customize untuk menyesuaikan WLW dengan lingkungan blogging saya, pertama saya uncheck konversi dari normal quotes ke smart quotes. Selanjutnya saya juga menginstall WLW Source Code Plugin. Plugin ini memungkinkan kita untuk mengepost source code dengan format default Source Formatter milik WordPress. Sisanya, semua konfigurasi WLW saya leave by default.

Ada banyak sekali alasan untuk menobatkan WLW sebagai blog client favorit saya:

  • WLW dibangun dengan look-and-feel yang mirip dengan keluarga Microsoft Office, jadi saya tidak perlu banyak beradaptasi, dan rasanya seperti mengetik biasa, no heavy load.
  • Real-time preview, sehingga kita bisa langsung melihat preview tulisan kita. Theme yang digunakan adalah sama persis dengan theme yang kita pasang di WordPress.com.
  • Support Plugin, sehingga fitur-fitur yang lain bisa di expand melalui plugin. Plugin yang sudah beredarpun ada ratusan.
  • WYSIWYG view dan Source View.
  • Support multi account.
  • Banyak options yang bisa di tweak.
  • Tagging dan categories langsung sinkron dengan WordPress.com.
  • Bisa import existing post yang ada di WordPress.
  • Offline save, jadi nggak perlu publish ke draft, yang prosesnya lebih lama.
  • Upload media, seperti gambar, video, langsung ke server WordPress kita (juga bisa di set ke FTP).
  • Ada banyak plugin untuk sourcecode.
  • User interface yang simple dan ringan.
  • Pasting konten yang rapi.
  • Free!

Dan lastly, editor WLW sangat untuitif. Persis seperti Microsoft Office Word. Sehingga saya tidak perlu repot mengatur ulang elemen-elemen khusus seperti ordered list, gambar, video, hyperlink, source code, dan yang lainnya.

Masih banyak lagi fitur-fitur WLW yang menurut saya sangat cocok untuk blogging di WordPress platform, saat ini WLW sudah sampai ke versi 2011 dan bisa di download disini (Download Windows Live Writer).

About these ads

6 responses to “Pilih-pilih WordPress Blog Client

  1. SWAMANDIRI.wordpress.COM 28 Februari, 2011 pukul 12:20 pm

    Banyak juga ternyata Blog Client nya ya. aku biasanya sih pakai Post2Blog. Lumayan sih tapi masih banyak nih fitur2 keren yg harusnya dimasukkan padanya.

    BTW, info bagus dan penting bro

  2. exavolt 2 Maret, 2011 pukul 9:34 am

    Mungkin kalo lebih tepat disebut blogging software / application (hosting sendiri / manage sendiri) dan blogging service (hosted).

    Go static (and free) aja pake Sphinx (ReST) + App Engine :))

  3. thai movie sangar 16 Juli, 2011 pukul 11:13 am

    sayangnya zoundry raven nggak dikembangkan lagi… mantap juga tuh…

  4. Dariel 9 April, 2013 pukul 5:56 am

    “Satu hal yang sering membuat saya malas nge-blog. Yaitu karna post editor milik WordPress terasa sangat nggak nyaman….”.bikin sendiri aja mas…gratis aja repot wkwkwkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: