Dedi Purwanto

Tentang keseharian, pemikiran dan masalah seorang remaja biasa.

Review Google Chrome

Well, setelah satu jam lebih nyicipin Google Chrome (download Chrome disini), web browser terbaru dari Google yang belakangan ini menghebohkan jagad maya.. Berikut review singkat versi saya..


Index: (Gara2 pagenya udah agak panjang, jadi saya buat aja index ini)

  1. Desain UI, Skin
  2. Ringan
  3. Space Lega
  4. Intuitif
  5. Zoom
  6. Bookmarks
  7. Most Visited Pages (Speed Dial)
  8. Incognito Window
  9. Inspect Element
  10. Source Viewer
  11. Pencarian Teks
  12. Download
  13. Bug?
  14. Update 1
  15. Update 2
  16. Task Manager & Resource Viewer
  17. Domain error reporting
  18. Page navigation
  19. Installation Path & Offline Installer
  20. Element Inspector
  21. Plugins
  22. I/O Tracking
  23. Performance Tracking
  24. Histogram
  25. Version
  26. DNS Record
  27. Cache
  28. Stats
  29. Chrome Easter Egg
  30. Update 3
  31. Update 4
  32. Exploit Code reported
  33. Ting tong
  34. Recently Closed Tab
  35. Another Google Insights?
  36. Update 5
  37. Combo Omnibox rocks! (4 Sept – 10:20 PM)
  38. Textarea resizer (4 Sept – 11:06 PM)
  39. Restore scrollbar position on refresh (5 Sept – 00:45 AM)
  40. Mozilla vs Google? (5 Sept – 01:10 AM)
  41. Omnibox custom search engine – shortcut (5 Sept – 02:50 AM)
  42. Chrome crashed! Special character & malicious link (5 Sept 05:44 AM)
  43. Omnibox shortcut for facebook search engine (6 Sept – 00:10 AM)


Untuk skin, Chrome mengambil tema biru. Anehnya ada 2, yang pertama adalah skin bukan hal yang biasa di web browser, sebut saja Firefox, Opera, IE, dll.. rata-rata tampilannya inherit dengan OSnya (Terkecuali Opera yang bisa di set skin). Yang kedua, skin ini bener-bener nggak chrome, nggak seperti namanya (Chrome) :lol: . Rasanya agak “lain” aja pakai browser yang punya skin, terlebih lagi nggak bisa di set ke tampilan normal (inherit ke Windows). Tapi karena skinnya juga lumayan “clean”, jadi saya nggak terlalu risih makenya.

Kemudian disini juga menu bar nggak ditampilkan, dan bookmarks bar nggak ditampilkan secara default. Untuk mengakses menu, ada 2 tombol disebelah kanan address bar yang bisa digunakan untuk mengakses page properties, options, help, dsb. Tab untuk tiap page diletakan di atas addressbar. Status bar juga hanya muncul saat halaman sedang di load, setelah complete, statusbar akan hilang sendiri. Status bar juga muncul saat kita meletakan mouse diatas sebuah link. Hilang dan munculnya statusbar diiringi dengan animasi fade in/out.


Pertama kali dibuka, chrome nyaris nggak kerasa bebannya di resource CPU. Disini saya pakai Acer Aspire 4720 (Silahkan liat spek lengkapnya di internet). Kalau saya bilang, browser ini yang paling ringan yang pernah saya pakai. Sudah coba buka tab sampai 20an, masih oke.


Ini yang paling kerasa. Menu bar dan bookmark bar lenyap (juga statusbar yang auto hide), jadi bisa dibayangin ada ruang ekstra untuk melihat page yang sedang kita buka. Jadi lebih kerasa nyamannya browsing dengan Chrome.


Pertama kali dibuka, Chrome akan mengkonfirmasi apakah kita mau ngimport data-data di browser lain seperti Firefox, IE, dll. Address bar dibuat mirip dengan Firefox 3, punya caption dan url search, jadi cukup mengetikan URL atau title dari sebuah page, kita akan diberi list URL yang relevan, hanya saja awal-awal proses penampilannya terasa lebih lambat dibanding Firefox 3, tapi setelah dibiarkan beberapa menit, sudah sama cepatnya dengan Firefox 3. Di Chrome, address bar juga berfungsi sebagai search box, dalam artian jika kita mengetik sebuah keyword (bukan URL), maka akan langsung berpindah ke halaman search (defaultnya adalah Google Search). Juga, setiap page yang kita buka akan masuk ke halaman Most Viewed (halaman yang muncul saat membuka tab baru). Cukup intuitif.

Kemudian hebatnya lagi, saya bisa mendetach salah satu tab ke window baru hanya dengan menggeser tab tersebut menggunakan mouse, saya juga bisa mengattach tab dari satu window ke window lain dengan menggeser tab yang saya inginkan ke window lain menggunakan mouse.


Proses zoom in/out bisa dibilang lebih cepat dari Firefox. Tapi Chrome saat ini hanya bisa melakukan zoom pada teks saja, image dan objek lainnya akan tetap pada dimensi aslinya. Well, mengingat ini produk BETA jadi masih bisa dimaklumi.


Secara default, Bookmarks Bar tidak ditampilkan, kita bisa mengesetnya di tombol Costumize yang ada di sebelah kanan address bar. Proses bookmarks pun cukup mudah, meskipun awalnya saya ketipu karena menggeser tab ke bookmarks bar malah membuat tab tersebut ter-detach ke window lain. Untuk membookmark sebuah page, cukup tekan tombol bookmark (simbol bintang) di sebelah kiri address bar. Untuk halaman-halaman yang sudah di bookmark, simbol bintang tersebut akan berubah warna menjadi kuning dan saat diklik kita bisa mengedit bookmark tersebut.


Saat membuat tab baru, kita disediakan halaman-halaman yang sering kita kunjungi, sehingga nggak perlu lagi mengetik address di URL. Sebenarnya konsep ini sudah lebih dulu dibawa oleh Opera, hanya saja di Opera kita harus membuat entry-entry-nya secara manual (atau bisa diset otomatis? mungkin). Disitu juga ada fasilitas untuk pencarian pada history dan menampilkan bookmarks yang terbaru (sehingga nggak perlu lagi menampilkan bookmarks bar).


Incognito adalah salah satu fitur yang menyediakan safe search. Dengan incognito, kita bisa browsing lebih aman, dalam artian semua history, cookie, cache dan lain sebagainya akan segera dibersihkan setelah window incognito ditutup. Untuk browsing menggunakan fitur incognito ini, klik tombol Control yang ada disebelah address bar lalu pilih New Incognito Window atau tekan Ctrl+Shift+N.


Ini barang baru nih, coba klik kanan disalah satu page dan pilih Inspect Element, maka kita akan bisa “ngebrowse” script html dan resource-resource page yang sedang kita buka. Tampilannya dibuat seperti Treeview. Disini kita bisa melihat semua elemen HTML, Javascript dan CSS dengan sangat terstruktur, tiap line (seperti CSS) bisa diklik dan akan langsung berpindah ke script aslinya. Setiap induk elemen juga bisa kita klik dan elemen yang bersangkutan di page kita akan berubah warna menjadi kuning semi transparan. Disini juga ada fitur-fitur tambahan seperti console, dock to window, dll. Overall ini fitur yang sangat berguna terutama untuk web developer/desainer.

Tampilan Inspect Element

Tampilan Inspect Element


Seperti source viewer di browser lainnya, Chrome juga punya source viewer yang rapi, setiap file yang berhubungan (css, js, image, dll) juga akan dirubah menjadi link agar kita tidak perlu repot menselect file pathnya.


Pencarian teks di Chrome cukup nyaman, saat kita mengetikan keyword, maka Chrome langsung mencari semua teks yang relevan, dan menandainya dengan warna kuning transparan. Di beberapa bagian scrollbar Chrome juga akan ditandai dengan warna kuning yang berarti teks yang relevan ada di posisi scrollbar tersebut. Find prev/next keyword juga mudah karena ada tombol up/down disebelah kolom keyword. Kita tetap bisa menggunakan shortcut F3 untuk find prev/next.


Mendownload file di Chrome terasa sekali nyaman dan mudahnya. Pertama karena dia tidak membuka window/tab baru seperti di Firefox/Opera. Chrome hanya menampilkan informasi file yang sedang di download pada status bar. Kita juga bisa melihat informasi yang lebih detail dengan mengklik tombol Show All Downloads yang ada disebelah kanan statusbar (saat download berjalan).Seperti Firefox, Chrome juga merename file-file yang punya nama sama. Kita bisa mengatur path destinasi download di bagian Options. Sayangnya Chrome tidak menampilkan informasi download speed, jadi saya blum bisa pastikan secepat apa download menggunakan Chrome. Tapi sejauh ini terasa cepat dan tidak ada masalah.

Update pada Download
Saat kita mendownload file, tab yang sedang aktif akan menampilkan icon download, yang berarti file yang kita download berasal dari tab tersebut. Kemudian saya coba menutup tab tersebut, dan ternyata download statusnya (di status bar) hilang. Saya pikir file yang saya download juga ikut hilang, kemudian saya tekan Ctrl+J atau pilih Customize->Downloads. Ternyata file yang saya download masih ada. Hanya saja saya tidak bisa menampilkannya kembali ke status bar. Well, keadaan seperti ini saya rasa akan membingungkan pemula, karena mereka akan berfikir bahwa file yang mereka download ikut hilang saat tabnya ditutup. Semoga ini akan difix oleh Google.


Sampai saat ini saya baru ketemu satu bug. Saat nulis postingan ini, saya sempat nyoba ngosongin kolom Post nya (yang berbentuk textarea), kemudian saya tekan backspace. Harusnya tidak ada efek karena fokus kursor saya sedang berada di textarea, tapi yang terjadi malah Chrome kembali ke halaman sebelumnya. Saat saya coba menggunakan textarea yang lain seperti textarea pada halaman Compose yahoo mail, hal ini tidak terjadi. Well, kita maklumin saja karena Chrome sendiri masih Beta.

Overall, Chrome adalah browser yang ringan, cepat, intuitif. Relatif mudah untuk dipelajari/digunakan. 2 menit awal saat saya mencoba browser ini saja, saya sudah bisa beradaptasi dengan cepat. Hanya saja saya sempat nggak sreg karena tiap kali ngebuka tab baru (dengan klik tengah mouse), selalu muncul di sebelah tab yang sedang saya buka, mungkin karena saya terbiasa dengan Firefox kali ya. Well, saya blum coba fitur-fitur lain seperti download, dsb.., kita lihat saja review selanjutnya nanti.

:
– Ternyata di Chrome belum bisa scroll pakai klik tengah trus drag seperti di Firefox. Well, agak nggak nyaman juga nih.
– Scroll size di Chrome kerasa lumayan gede, puter scroll mouse sedikit turunnya banyak.
– Issue2 lainnya bisa dilihat di http://www.google.com/support/chrome/bin/request.py?contact_type=known_issues_2&ctx=topic


Halaman depan Google search telah menampilkan link ke Google Chrome. Well, jadi semakin mudah ngedownload Google Chrome.


Google Chrome ternyata memilik task manager dan resource viewer sendiri. Mungkin ini salah satu antisipasi dari fitur multiprocessing tab-nya yang lumayan memakan resource CPU. Untuk melihat task manager, klik kanan pada area title bar yang kosong lalu klik task manager, akan muncul daftar tab yang kita buka beserta informasi CPU, RAM dan Network yang dihabiskannya.

Task Manager milik Chrome. Klik untuk melihat versi full.

Task Manager milik Chrome. Klik untuk melihat versi full.

Untuk melihat informasi yang lebih detail, pada task manager klik link Stats for Nerds. Atau bisa juga mengetikan about:memory di address bar. Disitu kita bisa melihat banyak sekali informasi virtual/physical memory, termasuk jenisnya (shared/mapped/private). Jika pada saat yang sama kita juga sedang menjalankan browser lain (IE, Firefox, Opera), maka stat untuk browser tersebut juga akan tampil. Mungkin ini dimaksudkan untuk perbandingan efisiensi penggunaan resource PC (CPU/RAM). Liat contoh screenshot resource viewer :

Klik untuk melihat versi full

Klik untuk melihat versi full


Saat kita membuka sebuah domain/subdomain yang tidak aktif / sudah mati, kita akan diberi laporan yang lebih interaktif jika dibanding dengan browser-browser lainnya. Di Chrome, saat membuka domain/subdomain yang tidak aktif, maka akan muncul beberapa pilihan seperti:
1. Melakukan pencarian (default Google Search) terhadap domain yang kita tuju
2. Mengunjungi domain yang kita tuju (jika yang kita ketik adalah sub-domain)
3. Melihat cache halaman yang kita tuju. Ini terjadi jika subdomain/domain tersebut dulunya pernah aktif, kemudian hilang, dan Google Search masih menyimpan cache-nya.

Lihat screenshot contoh domain error report:

Klik untuk melihat versi full

Klik untuk melihat versi full


Awalnya saya kira Chrome tidak bisa kembali atau maju ke halaman spesifik yang pernah saya kunjungi dengan menekan tombol back/forward sekali saja. Ternyata bisa. Cukup mengklik kanan tombol back/forward dan akan tampil halaman-halaman yang pernah kita kunjungi. Kalau di browser lain, kedua tombol tersebut punya simbol panah memberitahukan bahwa kita bisa jump ke halaman spesifik lainnya. Sayang google tidak menampilkan simbol tersebut (padahal fiturnya ada). Anyway mungkin mereka mementingkan kesederhanaan tampilan.


Ternyata default installation path Chrome bisa dibilang lain sendiri, Chrome secara default akan terinstall ke C:\Documents and Settings\username\Local Settings\Application Data\Google\. Setelah menginstall, Chrome juga sepertinya menyimpan offline installernya di direktori tersebut, silahkan cek apakah offline installer Chrome Anda ada di folder Google\Chrome\Application.2.149.27\Installer. Disitu ada 2 file yaitu file executable setup dan arsip 7zip (Seven Zip).


Pada paragraf-paragraf awal, saya sempat bahas tentang fitur Inspect Element atau Element Inspector. Sepertinya fitur ini dibuat menggunakan javascript. Mungkin Chrome menjalankan Element Inspector dengan cara membuka window baru (tanpa address bar) kemudian membuka script Element Inspector (yang berformat HTML). Script element inspector bisa dilihat di folder Resources\Inspector\. Disitu kita juga bisa melihat icon-icon yang digunakan Element Inspector dalam format PNG (Portable Network Graphics). Hal ini memungkinkan kita untuk mengubah style/icon/format bahkan interface bahasa Element Inspector (dari English ke Indonesia). Ada yang berminat memodifikasi? :lol:


Meskipun belum menyediakan fasilitas instalasi plugin tambahan, ternyata default instalasi Chrome telah membawa banyak sekali plugin. Berikut list plugin yang saya rangkum:

  1. ActiveX Plugin, untuk mensupport ActiveX control (video, audio, dsb)
  2. Google Gears
  3. Adobe Shockwave (Plugin untuk menjalankan file shockwave)
  4. BitTorrent
  5. Microsoft Office 2007 system
  6. Microsoft Office 2003
  7. Adobe Acrobat plugin (membaca file PDF, FDF, XFDF, XDP dan XFD)
  8. RealPlayer G2 LiveConnect (32bit)
  9. QuickTime plugin (membaca file SDP, RTSP, RTS, MOV, QT, MQV, FLC, FLI, CEL, WAV, BWF, AIFF, AIF, AIFC, CDDA, AU, SND, ULW, MID, MIDI, SMF, KAR, QCP, GSM AUDIO, AMR, CAF, 3GP, 3GP2, SDV, AMC, M4P, PNTG, PNT, MAC, PICT, PIC, PCT, QTIF, QTI, SGI, RGB, TARGA, TGA dan JP2)
  10. Shockwave Flash (plugin untuk memainkan file flash SWF dan SPL)
  11. Google Update
  12. Yahoo Application State Plugin
  13. Microsoft DRM (plugin network interface)

Cukup banyak kan?. Anda bisa melihat detail plugin-plugin tersebut dengan mengetikan about:plugins pada address bar lalu tekan enter.


Di Chrome, kita bisa melakukan tracking terhadap semua transaksi dari URL yang sedang kita buka. Misalkan saya membuka sebuah website yang meload beberapa resource seperti gambar, flash, video, dll.. maka semua itu bisa di track melaui I/O Tracking. Kita bisa melihat informasi job apa saja yang sedang berjalan dan apa saja yang selesai. I/O Tracking juga menyediakan summary dari tiap job yang selesai.

Untuk menjalankan I/O Tracking, ketik about:network pada address bar lalu tekan enter. Kemudian klik tombol Start I/O Tracking, untuk menghentikan klik tombol Stop I/O Tracking. Untuk melihat tracking report, klik tombol Show Current I/O Status. Berikut ini saya capture contoh I/O Tracking :

Klik untuk melihat versi full

Klik untuk melihat versi full


Selain I/O Tracking, kita juga bisa melihat grafik performance untuk tiap job yang sedang/telah berjalan. Di performance tracking ini terdapat 3 bagian yaitu URL list, job list dan graph. Url list (pada bagian atas) menampilkan URL yang sedang kita buka di tiap tab-nya. Job list (pada bagian kiri) menampilkan daftar semua single job yang telah berjalan. Graph (pada bagian kanan) menampilkan grafik performance tiap job dalam bentuk garis. Ada tiga indikator warna yaitu merah, kuning dan biru.

Untuk menjalankan performance tracking, klik tombol Start Profiling, untuk melihat/merefresh performance tracking, klik tombol Refresh Performance. Berikut saya capture contoh screenshot dari performance tracking :

Klik untuk melihat versi full

Klik untuk melihat versi full

Sepertinya I/O dan performance tracking ini dilakukan secara realtime. Sebab saat saya mencoba membuka beberapa web yang menggunakan AJAX, dimana transaksi data tidak hanya dilakukan saat halaman pertama kali diload, tracking tetap merecord semua data yang keluar masuk (in this case : AJAX). Sayangnya ketika saya menutup tab about:network kemudian membukanya lagi, record tracking yang sebelumnya sudah hilang dan terpaksa harus memulai tracking lagi dari awal. Mungkin ini dimaksudkan agar report yang dihasilkan tidak terlalu panjang. Mungkin kedepannya harus ada opsi yang membolehkan user menyimpan track record tersebut meskipun tab-nya sudah ditutup.


Di Chrome, kita bisa melihat report setiap job yang dilakukan browser, seperti autocomplete, search history, dll. Report ini disediakan dalam format histogram. Untuk menampilkannya, ketik about:histograms pada address bar lalu tekan enter.


Untuk melihat versi Chrome secara lengkap, ketik about:version pada address bar lalu tekan enter.


Di Chrome, kita bisa melihat record DNS yang sudah di fetch oleh browser beserta informasi lainnya seperti applicable prefetch time, recent resolution time, dan waktu dns tersebut pertama kali di record. Untuk meliat DNS record, ketik about:dns pada address bar lalu tekan enter.


Kita bisa melihat cache dari halaman-halaman dan resource (image/swf/js/dll) yang pernah kita buka di chrome dengan mudah, cukup ketik about:cache pada address bar lalu tekan enter. Disini juga kita bisa melihat daftar cache dengan lengkap.


Selain histogram, kita juga bisa melihat report setiap job dalam bentuk stats. Ketik about:stats pada address bar lalu tekan enter. Kita juga bisa memfilter beberapa stats dengan mengisi keyword pada kolom Filter. Ini contoh screenshot stats yang saya capture :

Klik untuk melihat versi full

Klik untuk melihat versi full


Nggak seru rasanya klo google nggak kasih easter egg. Di Chrome, kita dikasih satu easter egg berbentuk screensaver dengan title “Don’t Clog the Tubes!”. Screensaver ini mirip seperti screensaver “pipes”-nya Windows XP. Untuk membukanya, ketik about:internets pada address bar lalu tekan enter. Ini contoh screensaver yang saya capture :

Klik untuk melihat versi full

Klik untuk melihat versi full

Well, ini terus diupdate, tapi saya mo ma’em dulu.. laper huehuehuehue puasa seharian.. abis kuliah langsung blogging..


Just a funny comics about how I act after I installed chrome :roll:


Di internet beredar beberapa issue seperti :
– Form post wordpress tidak bisa tampil dalam mode visual, hanya dalam mode HTML.
– Scroll tidak bisak bisa keatas
– Crash
– Scroll terasa berat kalau banyak image/SWF (kalau ini sudah direport sejak lama di halaman resmi Chrome)

Meskipun semua issue diatas tidak terjadi dilaptop saya (Acer Aspire 4720 – Win. XP SP2), tapi tetap saja harus diperhatikan. Ada yang punya issue lain? silahkan post disini.


Saya dapat kabar bahwa ada script HTML sederhana yang bisa meng-exploit fitur “auto download”-nya Chrome. Coba lihat contoh source ini :


Atau ini :


document.write('');

Source tersebut akan melakukan download file “hello.exe” secara otomatis, karena elemen IFrame sebenarnya dibuat untuk meload file yang ada pada atribut SRC-nya. Dan fitur “auto download”-nya Chrome akan langsung melakukan download tanpa bertanya ke user terlebih dahulu. Saya belum coba apakah elemen IMG, EMBED, dan sejenisnya bisa menghasilkan efek yang sama?. Perlu dicatat juga bahwa asynchronuous HTTP request (mis : AJAX) hampir bisa dipastikan akan menghasilkan efek yang sama.

Saya pribadi nggak bisa bilang ini bahaya, karena user masih bisa lihat file yang didownload tersebut muncul di status bar (dan bisa di cancel). Hanya saja untuk user pemula mungkin tidak tahu dan membuka file tersebut sembarangan (yang mungkin berpotensi virus/spyware/adware). Silahkan lihat reportnya disini. Untuk menghindari exploit semacam ini (meski bisa dibilang belum perlu ditakuti), masuk ke Customize->Options, lalu pada tab Minor Tweaks, check pilihan “Ask where to save each file before downloading”. Dengan begini setidaknya kita bisa mencegah exploit source tadi untuk melakukan auto download.


Saya baru ketemu ada beberapa blog/situs yang kopi paste habis2an review ini.. :roll: . Saya nggak keberatan sih kalau di kopi paste, tapi takutnya ntar pembaca jadi bingung artikel ini milik siapa. Untuk yang kopi paste, silahkan tambahkan link/sumbernya. Untuk yang mau tahu blog siapa saja itu, hubungi saya via YM atau googling sendiri pakai keyword kalimat di paragraf-paragraf awal review ini. Review ini akan terus saya update, so keep in touch ;)


Selain Most Viewed Pages, Recent Bookmarks dan History Search. Saat kita membuka tab baru juga ada pilihan Recently Closed Tab, yang menampilkan daftar tab-tab yang baru saja kita tutup dengan urutan ascending (dari yang terbaru ke yang paling lama). Well, saya sebenarnya lebih suka tombol “Undo Close Tab” milik Firefox 3, karena saya nggak perlu memilih lagi tab apa yang tadi baru saja saya tutup. Terlebih lagi karena letak box Recently Closed Tab milik chrome ada di urutan paling bawah sebelah kanan, jadi serasa nggak nyaman aja. Tapi kadang saya ingin jump ke tab spesifik yang barusan saya close (2-3 tab setelah tab terakhir), barulah Recently Closed Tab ini terasa gunanya.

Tapi saya tetap lebih suka tombol “Undo Close Tab” milik Firefox 3, kalau nanti dibuat di Chrome, mungkin tinggal dimodifikasi saja menjadi sub menu. Yaitu tombol Undo Close Tab yang me-list daftar tab-tab yang baru saja kita tutup. Kalau sekarang, saya masih mencoba-coba apakah letak box Recently Closed Tab ini bisa dipindah ke tempat lain yang lebih cepat dijangkau oleh kursor mouse, ada kemungkinan, karena kemarin saya sudah bisa memodifikasi tampilan Element Inspector (Lihat bagian Update Element Inspector). Well, Ditunggu saja beritanya kalau berhasil :)


Jika Anda baca-baca review ini dari awal dengan seksama, maka kerasa sekali banyak fitur-fitur Chrome yang mengambil konsep comparison/perbandingan. Mulai dari Stats for Nerds yang menampilkan status beberapa browser kompetitornya, kemudian I/O dan Performance Tracking yang menampilkan detail statistik dan graph tiap job/task, kemudian juga Histograms dan Stats, OmniBox, dsb. Terlihat sekali bahwa Google ingin menonjolkan koleksi data-data yang berhasil mereka build, dan menampilkannya dalam format yang sangat detail sekali. Ini membuat saya teringat dengan Google Insights for Search, baca ulasan saya tentang Google Insights for Search yang saya tulis beberapa bulan lalu. Sepertinya Google memang ahlinya dalam data mining, search and comparison :roll:


Bukan update Chrome, hanya saja mulai sekarang tiap update akan saya sertakan tanggal dan jam biar nggak pada bingung baca update-update terbarunya. Well, 2 Update yang barusan saya tulis diatas juga di post kurang lebih jam ini (hanya terpaut beberapa menit).


Seperti yang saya tulis di bagian Intuitif, address bar pada Chrome punya 2 fungsi, pertama adalah untuk mengetik URL, yang kedua berfungsi sebagai auto suggestion, dimana saat kita mengetik keyword, Chrome akan menyarankan keyword-keyword lain yang relevan yang sedang tren saat ini. Fitur ini disebut Omnibox. Sebenarnya konsep Omnibox ini sudah pernah saya lihat sebelum Chrome ada, yaitu pada situs YouTube (yang juga milik Google). Jika Anda buka YouTube (pakai browser apapun), lalu ketik sebuah keyword pada kolom search, maka kita akan muncul auto suggestion yang menampilkan list keyword yang relevan dengan keyword yang kita ketik. Bahkan auto suggestion tersebut dibagi jadi dua bagian, yaitu Suggestion dan Most Popular.

Omnibox memang konsep yang brilian, dan patut diimplementasikan pada Chrome. Tapi bagaimana cara Google tahu keyword apa saja yang populer sekarang?. Dilansir dari CNet, ternyata google mengkoleksi keyword apapun yang kita ketik, bahkan sebelum kita sempat menekan tombol enter:

The auto-suggest feature of Google’s new Chrome browser does more than just help users get where they are going. It will also give Google a wealth of information on what people are doing on the Internet besides searching.
Provided that users leave Chrome’s auto-suggest feature on and have Google as their default search provider, Google will have access to any keystrokes that are typed into the browser’s Omnibox, even before a user hits enter.

Disatu sisi Omnibox memang keren, sangat memudahkan user untuk tahu keyword-keyword tren sekarang. Tapi disisi lain kita merasa privasi kita diganggu, selalu diawasi, setiap apa yang kita ketik dikoleksi oleh google. Beberapa protes sudah diberikan dan saat ini Google sendiri sedang mempertimbangkan kelanjutan omnibox.

Lalu kenapa judul updatenya saya kasih embel-embel “Combo”? :roll: . Ternyata Omnibox ini tidak hanya ada pada address bar, tapi juga sudah di implementasikan di frontpage Google Search. Wajar sih, tapi yang membuat spesial adalah: Omnibox pada front page Google Search hanya bisa muncul jika kita menggunakan Chrome, selain itu (Firefox, Flock, IE, Opera, Netscape, Safari, dll) tidak bisa. Strategi bisnis agar user lebih merasa nyaman menggunakan Chrome? Entahlah :roll: . Berikut saya capture beberapa screenshot Omnibox :

Omnibox pada address bar Chrome:

Klik untuk melihat versi full

Klik untuk melihat versi full

Omnibox pada front page Google Search saat dibuka dengan Chrome:

Klik untuk melihat versi full

Klik untuk melihat versi full

Omnibox pada front page Google Search tidak tampil saat dibuka dengan Firefox:

Klik untuk melihat versi full

Klik untuk melihat versi full

Konsep Omnibox pada YouTube (yang sudah lebih dulu ada sebelum Chrome, cmiiw):

Klik untuk melihat versi full

Klik untuk melihat versi full

Well, mudah-mudahan aja teknologi Omnibox ini tetap ada dan dibuat sedemikian rupa agar privasi user juga bisa tetap terjaga :roll:


Sepertinya fitur “nyeleneh” ini bisa dibilang hanya ada di Chrome (saya belum tahu kalau browser lain bisa, cmiiw ya). Di Chrome, halaman-halaman yang punya textarea (kolom teks yang bisa diisi lebih dari satu baris) bisa kita ubah (resize) ukurannya dengan mudah. Mungkin tujuannya untuk memberikan ruang lega pada saat mengetik teks yang panjang. Sebagai contoh, coba kita buka halaman ini, kemudian pada kolom Description akan terlihat simbol seperti ini .:: pada sudut kanan textareanya, simbol yang terdiri dari titik-titik besar berwarna abu-abu. Klik + tahan lalu geser (atau drag and drop) simbol tersebut selayaknya kita biasa me-resize window. Maka textarea akan berubah ukuran sesuai posisi mouse kita. Berikut contoh screenshot saya saat meresize textarea WordPress:

Sebelum diresize (original):

Klik untuk melihat versi full

Klik untuk melihat versi full

Setelah diresize (modified):

Klik untuk melihat versi full

Klik untuk melihat versi full

Lumayan berguna juga saat ngetik teks yang panjang. Sambil saya explore lagi fitur-fitur lainnya, stay tuned ;)


Yang sering pakai Firefox, mungkin tahu ini : saat kita merefresh sebuah halaman, maka setelah halaman itu direfresh, posisi scrollbar akan bergerak ke posisi terakhir saat kita membaca halaman tersebut. Saya suka sekali “kebiasaan” Firefox ini, karena saya sering merefresh halaman yang panjang dan posisi scrollbar sudah langsung diubah otomatis sehingga saya tidak perlu lagi meng-scroll ulang. Sayangnya Chrome tidak punya kebiasaan itu (at least untuk sekarang). Jadi saat kita merefresh halaman, scrollbar akan kembali ke posisi paling atas. Menyedihkan sekali (for me) :roll:


Ada yang berpikiran bahwa Chrome (Google) ingin mendepak Firefox (Mozilla)? Well, saya nggak bisa bilang itu sepenuhnya benar. Karena Google dan Mozilla sendiri memperpanjang kontrak mereka hingga 2011. Dan Mozilla juga tidak cemas dengan keberadaan Chrome sebagai pesaing Firefox. Lagipula, Chrome adalah browser yang open source, dalam artian kita bisa meng-extend/improve atau bahkan membuat brand browser baru dari distribusi Chrome. Jadi saya nggak berani bilang Chrome ada untuk membantai Firefox (dan browser lainnya). Tapi dengan kekuatan Google dan orang-orang kreatif (juga jenius) mereka, bukan mustahil beberapa bulan lagi kita akan melihat Chrome yang superior, sehingga secara tidak langsung telah “mendepak” browser lain, tapi saya juga yakin bahwa browser lain saat ini juga sedang berbenah diri. Mudah-mudahan aja nggak sampai terjadi monopoli pasar yang bikin kita “terkekang” oleh produk-produk tertentu :roll:


Guess what?. Ternyata address bar pada Chrome nggak hanya berguna untuk mengetik URL dan auto suggestion saja, address bar juga bisa otomatis menampilkan shortcut search engine tanpa harus mengunjungi halaman search engine tersebut. Jadi kita tinggal mengetik keyword dan langsung jump ke result search. Bedanya dengan auto search adalah, disini kita bisa memilih search engine yang ingin digunakan. Saat ini saya sudah menemukan setidaknya Google, Yahoo Search, Live Search dan YouTube yang bisa digunakan sebagai shortcut search.

Sebagai contoh, coba kita ketik “goo” di address bar, jika pada bagian ujung kanan address bar muncul info “Press Tab to search Google”, maka kita tinggal tekan tab lalu ketik keyword yang diinginkan, dan halaman akan langsung jump ke Google Search result. Begitu juga dengan yang lainnya : ketik “you” lalu tekan tab maka akan muncul shortcut YouTube Search, ketik “live” lalu tekan tab maka muncul shortcut Live Search, ketik “yahoo” lalu tekan tab maka muncul shortcut Yahoo Search.

Jika kita sudah menekan tombol Tab tapi shortcut search tidak muncul, berarti masih ada domain/sub-domain lain yang namanya sama dengan kata yang diketik, cukup lengkapi saja kata tersebut, misalkan “goo” menjadi “google”, atau “you” menjadi “youtube”, dsb. Atau sebagai alternatif, saat kita mengetik “yahoo.co” (misalnya), lalu tidak muncul info “Press Tab..” dikanan address bar, maka akan muncul pilihan “Search Yahoo! for <enter query>” pada dropdown list address bar. Pilih item tersebut lalu ketik keyword search seperti biasa.

Shortcut untuk search ini benar-benar bermanfaat. Sebagai contoh jika saya ingin mencari file video di YouTube, saya tidak perlu membuka front page YouTube.com yang memakan bandwidth dan waktu, saya cukup mengetik “youtube” di address bar lalu menekan tab kemudian mengetikan keyword yang saya inginkan. Dan halaman akan langsung menampilkan hasil search YouTube yang saya cari :roll: . Berikut contoh shortcut search yang saya capture :

Google Search shortcut:

Klik untuk melihat versi full

Klik untuk melihat versi full

Yahoo! Search shortcut:

Klik untuk melihat versi full

Klik untuk melihat versi full

Live Search shortcut:

Klik untuk melihat versi full

Klik untuk melihat versi full

YouTube video search shortcut:

Klik untuk melihat versi full

Klik untuk melihat versi full

Anehnya, meskipun saya menggunakan search engine lain sebagai shortcut, tapi pilihan “Search Google for ” tetap saja masuk didalam drop down address bar. Hmm.. kenapa ya? :roll:

Btw sudah dulu explorenya.. mau sahur dulu hahaha.. met sahur bagi yang sahur..


Saya dapat kabar bahwa Chrome bisa crash karena undefined handler dari karakter “spesial”. Yaitu “:%” (tanpa tanda petik). Jangan coba-coba mengetikan karakter tersebut pada address bar Chrome jika tidak ingin Chrome Anda crash. Malicious link yang menggunakan karakter tersebut juga bisa menghasilkan efek yang sama (crash). Silahkan lihat contoh kode elemen hyperlink berikut :

<a href="%">DEMO</a>

Jika kode hyperlink diatas dirender dalam format HTML (yang menghasilkan sebuah link), maka saat mouse mendekati link tersebut (mouse hover) Chrome akan crash. Menampilkan pesan “Whoa! Google Chrome has crashed. Restart now?“. Dilansir dari EvilFingers, si programmer mencoba mengambil nilai waktu untuk mencari break point pada source code Chrome, dan ternyata menghasilkan crash.

Silahkan Anda baca report pada situs EvilFingers, pada halaman tersebut ada sebuah link yang menggunakan kode hyperlink seperti contoh diatas. Jangan menggerakan mouse diatas link tersebut jika tidak ingin Chrome Anda crash.

Untungnya, saat kita merestart Google (dengan mengklik pilihan OK pada message error-nya), maka Chrome akan memberikan pilihan Recovery, dimana akan mengembalikan semua tab-tab yang tadi tertutup dengan otomatis. Berikut saya capture screenshot saat Chrome crash:

Pesan saat crash:

Klik untuk melihat versi full

Klik untuk melihat versi full

Pilihan recovery setelah Chrome direstart:

Klik untuk melihat versi full

Klik untuk melihat versi full

Well, that was scary.. mudah-mudahan segera di-fix oleh Google, bug ini sudah direport ke Google beberapa waktu yang lalu. Thanks to all programmers who debug Chrome and it’s source code :roll:


Sebelum ini saya pernah membahas tentang shortcut search engine pada omnibox, silahkan baca di bagian Omnibox Custom Search Engine. Saya kembali menemukan shortcut search engine baru yang bisa digunakan. Yaitu Facebook. Coba kita ketik “face” atau “facebo” pada addressbar, jika pada bagian kanan addressbar muncul info “press Tab to search Facebook.com”, maka tekan tab dan ketik keyword yang diinginkan. Jika info tersebut tidak muncul, coba lengkapi keywordnya menjadi “facebook” atau “facebook.com”. Atau pilih item “Search facebook.com for <enter query>” yang ada pada dropdown addressbar. Berikut saya capture screenshot facebook search shortcut:

Klik untuk melihat versi full

Klik untuk melihat versi full

-

85 responses to “Review Google Chrome

  1. Pingback: Download Google Chrome « ~>

  2. soybean 3 September, 2008 pukul 8:05 am

    udah liat ini: http://googlechromeisshit.blogspot.com/

    so far, i love chrome :D.. nyaman banget. kayaknya FF3 gw bakal nganggur.. huhuh

  3. soybean 3 September, 2008 pukul 8:08 am

    oh.. beberapa hal yang belum nemu cara:

    – nambah RSS feed (kalo di FF3 kan tinggal klik icon RSS di sebelah kanan address bar)
    – buka recent pages kalo tab gak sengaja ketutup (di FF3 udah ada list-nya, tapi ini harus buka history dulu..)

  4. kecebongsoft 3 September, 2008 pukul 8:14 am

    Hehehe iya nyaman banget, hanya saja ada beberapa yang masih kurang (scrolling, dll), tapi kayaknya pasti difix di versi stabilnya nanti. Kayaknya firefox gw juga bakal nanggur nih :lol:.. tapi karena gw lebih banyak di Ubuntu, terpaksa nunggu versi linuxnya dulu..

  5. Seputar HP 3 September, 2008 pukul 10:19 am

    Well Well Well.. Jadi pengen nyobain.. Thanks atas reviewnya…

  6. deniar 3 September, 2008 pukul 12:21 pm

    aku juga udah coba, bagus simple dan ringan.

  7. hyorinmaru 3 September, 2008 pukul 2:53 pm

    Hm, saya udah download dr blog Anda, tp nunggu dulu coz ni pake Linux :-D

    *makin ga sabar nunggu versi yg utk Linux :lol: *

  8. Dimaz 3 September, 2008 pukul 6:21 pm

    hohooo,, thanks infonya bro cebong.. XD
    mo coba ah… :D

  9. edy 3 September, 2008 pukul 9:06 pm

    baru sempet coba sebentar
    bingung dng keterangan donlot progres yg ilang :D

  10. kecebongsoft 3 September, 2008 pukul 9:49 pm

    @Seputar HP, Dimaz:
    Sama2 mas.

    @Deniar:
    Meskipun multiprocessing tabnya memakan banyak memori (secara matematis). Tapi saya sampai sekarang nggak ngerasa Chrome ini memberatkan proses. Memang ringan sepertinya, terlebih lagi ini produk BETA dan nantinya pasti akan lebih di improve lagi oleh Google :roll:

    @hyorinmaru:
    Iya, saya juga lagi tunggu versi linuxnya. Thanks udah mampir :)

    @edy:
    Yup, saya sempat bahas di paragran “Update pada Download”. Memang ini cukup ngebingungin user.

  11. L_O_J 4 September, 2008 pukul 2:03 am

    Hehehehe, di semua situs review dan tech, kok terasa sekali subjektifitas terhadap Google ya wkwkwkwkw. Coba kalo embel-embel Googlenya di apus, dan ganti let say, Opera, terlepas dari speednya, pasti pada komplain Memory allocationnya lah, complain first loadnya lama lah, etc. Tapi begitu tempel brand Google, semuanya langsung positif, benar-benar power of branding….:kabur:

  12. kecebongsoft 4 September, 2008 pukul 2:10 am

    Hehehe iya juga, klo kata gw mungkin aja gara2 Google sendiri masih baru terjun didunia browser, plus ini masih produk Beta. Gw udah denger di beberapa blog katanya Chrome crash di PC mereka, dsb.. Tapi karena ditempat gw sampai sekarang (dari awal install sampe sekarang kira 26 jam) nggak ada masalah (nggak pernah gw close malah).. jadi gw tulis yang positif aja :lol:

  13. Pingback: jejak kehidupanku » Kenalan sama Google Chrome

  14. ricohsanusi 4 September, 2008 pukul 8:22 am

    good, ^__^

  15. hariman 4 September, 2008 pukul 12:40 pm

    mantap mas. saya juga udah sempat coba google chrome nya. berdampingan dengan FF3. semoga cepat ada plugin adblock juga :D

  16. sanggarpenulisan 4 September, 2008 pukul 3:33 pm

    gak enak.. gak ada menu standar File, Edit DLl -> kayak di firefox

    dah coba tapi gak suka :D

  17. satya sembiring 4 September, 2008 pukul 4:38 pm

    mantap ulasan lenkap.
    itu di ketik sendiri
    atau ngopi di kede kopi?

  18. Ari 4 September, 2008 pukul 5:03 pm

    Dah Coba Google Chrome di satu jendela ( window ), Pada saat yang sama aku buka FF3. Tetap FF3 best webbrowser abad ini. FF3 dapat membuka satu halaman dalam 4 detik full. Sedang Google Chrome 13-an detik

  19. kupret 4 September, 2008 pukul 5:49 pm

    sayang blum support di Mac yah…

  20. Farijs van Java 4 September, 2008 pukul 5:50 pm

    welehweleh™… emang ciamik banget si gugel krom ini. mantaps!

    (^_^)v

    dan menurutku, tampilan firefox 3 kalah jauh ama gugel krom. meski skin di firefox bisa diganti2. yah, moga ke depannya gugel krom juga bisa ganti skin.

    masih banyak bugs-nya, sih.

    oya, satu lagi. pengaturan server proxy-nya masih ngikut ama i-explorer. ga kek firefox yg punya pengaturan tersendiri. jadi agak kurang seru kalo pake komputer kantor.

    (^_^)v

  21. kecebongsoft 4 September, 2008 pukul 6:45 pm

    @satya sembiring:
    Hehe tulis sendiri mas. Sebenernya review ini nggak langsung banyak gini, kemarin saya baru selesai install Chrome, udah saya tulis dari 1-2 paragraf, sambil saya pakai terus, sambil saya update terus disini. Makanya Anda bisa lihat ada tulisan “Update : blablabla” di review ini :) . Anyway memang ada bbrp blog yang udah kopi paste review ini, tapi silahkan di watch aja blog mana yang terus nge-update reviewnya , biar bisa menyimpulkan sendiri yang mana yang asli :)

    @kupret:
    Hehehe.. versi mac tinggal menunggu waktu aja. Sebenarnya di website resmi chrome udah disediakan sourcenya dan kita bisa build sendiri, tapi proses compile/buildnya masih terlalu rumit bahkan untuk pengguna linux/mac yang bukan pemula.

    @Farijs van Java:
    Hehe iya, kayaknya karena major versi Chrome yang sekarang masih alpha (0.x.x.x), jadi untuk pengaturan yang bisa dihandle aplikasi lain, akan mereka lewati dulu. Mungkin nanti saat versi stabilnya muncul, akan lebih banyak lagi pengaturan dan fitur yang bisa kita lakukan. Jadi stay tuned aja disini :)

  22. kecebongsoft 4 September, 2008 pukul 6:49 pm

    @Ari:
    Hmm.. kayaknya kalau mau benchmark speed nggak bisa sesimpel itu deh. Tapi memang firefox masih jauuh lebih baik dari Chrome alpha ini. Tapi saya yakin semua browser akan terus dikembangkan (termasuk Chrome), jadi kita lihat nanti siapa yang memberikan hasil terbaik. Toh pada akhirnya kita yang diuntungkan :)

  23. F4154LMAN 4 September, 2008 pukul 8:58 pm

    keren2.. totalitas nih ngereviewnya, update terus pula…

  24. Pingback: Google Merambah ke Peramban • Blog Archive • dadaptree [dot] com

  25. Youfan 5 September, 2008 pukul 6:57 am

    Updated: Chrome crashed! Special character & malicious link (5 Sept 05:44 AM)

    Waahaha… Agak telat Bong… Saya sudah berhasil bikin Chrome crash pada http://youfan.wordpress.com/2008/09/03/google-chrome-02/#comment-1700 (September 4, 2008 at 5:26 am), dan bukan itu bug nya… :mrgreen:

    Si exa juga kayak berhasil bikin crash Chrome sebelum saya… :lol:

  26. dieyou 5 September, 2008 pukul 9:05 am

    Whoa.. om cebong rajin update infonya :D

  27. arip 5 September, 2008 pukul 9:17 am

    Review Chrome terlengkap sampai saat ini. Salute!!

  28. kecebongsoft 5 September, 2008 pukul 1:31 pm

    @Youfan:
    Another bug yah? hehehe udah gw buka2 tapi ngga ada penjelasannya, kira2 kenapa tuh? pengen gw tambah juga nih di update list :roll:

    @dieyou, arip:
    hehe thanks, mudah2an ngga cape mbacanya :mrgreen: , thanks udah mampir :)

  29. jharrvis 5 September, 2008 pukul 4:49 pm

    satu lagi yg masih kurang dari google chrome, yaitu :
    POP UP BLOCKER, dimana ya settingan nya?

  30. Internet Marketing 6 September, 2008 pukul 6:50 am

    Mantap mas, lengkap ulasan google chromenya.

    Nice for sharing.

  31. pandu 6 September, 2008 pukul 2:27 pm

    super cepat. ayo berpindah la kepada yang cepat.

  32. Pingback: Browser Google Chrome « Enter the inside of information

  33. Pingback: Romantic Renaissance » I chrome you…

  34. Pingback: Kisah Cinta dengan Google Chrome « MalangOke’s Webblog

  35. Ray 9 September, 2008 pukul 9:44 am

    Zaman sekarang dah gak lagi model banyak Omong or Keterangan. PnP alias Plug n Play alias starter langsung Jreng alias Instant, serba cepat parktis.Ada masalah, baru buka/cari referensinya.Orang sekarang banyak yg pintar2 n pintar sendiri. So Blog Google chrome spt ini gak perlu bagi yg PnP tapi perlu bagi yg PinPinBo=pintar2 Bodo!(Sory bg yg ngerasa, ini bukan pula sombong)The strugle must go on, anything must coriuosity. Ah biasa kalo ada barang baru org2 pd muji ini-itu, padahal ini baru barang versi BETA.Pada kaget kali ya pada pake yg browsernya pada LELET karena programnya dah JADUL.Makanya banyak belajar n kerja keras,jangan nunut orang sono terus…cape deh.

  36. kecebongsoft 9 September, 2008 pukul 10:28 am

    @Ray:

    Wah saya masih blum ngerti komentarnya tentang apa dan untuk siapa.

    Mengenai blog ini, blog gw ini bukan blog tentang Google, atau blog tentang Google Chrome. Ini blog pribadi saya dimana tulisannya campur2, kadang2 keseharian, review software, tutorial, artikel, humor, macem2. Dan review google chrome yang saya buat ini, bukan untuk memuji-muji Chrome dan mencari kekurangan browser lain. Review saya tulis untuk mengupas apa saja yang dikeluarkan Chrome versi beta. Karena kebanyakan review masih “luar”nya saja. Dengan mengetahui apa saja yang diberikan di Chrome beta, kita bisa mengira-ngira seperti apa nanti versi stabilnya.

    Saya juga masih pintar2 bodo kok mas, masih harus belajar banyak, makanya review ini saya buat sekalian biar saya bisa belajar ngereview, belajar jadi software tester, belajar nulis, dan belajar hal-hal baru di dunia IT. Btw thanks udah mampir :)

  37. ephi 9 September, 2008 pukul 6:19 pm

    yang bener iNcognito, mas. bukan icognito

  38. kecebongsoft 9 September, 2008 pukul 11:04 pm

    @ephi:

    Haha salah ya.. thanks ya mbak. Udah saya benerin. Thanks udah mampir :)

  39. Pingback: Review Google Chrome « deblog - D’Sudi Blog

  40. arv 10 September, 2008 pukul 2:55 pm

    sudah pake chrome selama 2 hari, tapi sampe sekarang masih berdampingan sama opera 9.52. FF3 sudah dibuang sejak pake opera ;p

    satu yg belum sempet dicoba, mohon infonya :
    untuk download, bisakah distop, kemudian dilanjutkan besok (komputer dimatikan)?

  41. ferre_kun 11 September, 2008 pukul 3:53 am

    hmm…

    (udah gitu ajah XD )
    hehehe. ini gw lg donlod chrome ^^
    favorit sih masih opera.ff3 ada sih, tapi jarang make :p
    maxthon bahkan sampe lolifox hahaha. yang lolifox iseng doang dulu XD

    nice review kl gw bilang. balance, berusaha obyektif berdasarkan real time experience, tapi juga masukin input dari sumber lain.

    well, keep up the good work ;) i’ll bookmark your blog ^^
    oh, and just ignore those incompetent fool whose only dissing what other’s doing without giving any feedback (read:smartass). It’s not worthed ;)

    heleh, kok gw jadi sok wise? XD
    yah, gw coba bsk deh chromenya. skrg bobo dulu ^^

    jya ne ^^

  42. evisyari 11 September, 2008 pukul 9:23 pm

    Thank`s Bro about review GChrome-nya, Keep Bloging Spirit
    artikelmu ku Copast ke Blogku ya?

    From: http://evisyari.wordpress.com

  43. aanwae 13 September, 2008 pukul 11:18 am

    Wow lengkap && update juga review nya…. thx !!
    kemaren gw googling && liat di http://blogote.com/2008/ideas/browser-ideas/how-to-install-greasemonkeys-script-on-google-chrome.html
    ternyata script nya greasemonkey bisa di pakai di chrome, pas gw coba ternyata emang bisa. buat yang mw coba silahkan liat ke link tsb.

  44. add on (script) buat chrome 13 September, 2008 pukul 11:37 am

    yang udah gw coba script-nya bisa diliat di sini

    http://blogote.com/2008/featured-article/google-chrome-with-firefox-addon.html

    thx for Pratyush yang udah compile-in script-nya

    langsung ke TKP….aja !! ;)

  45. ielkrenz 14 September, 2008 pukul 6:06 pm

    – proses instalasi cepat…
    hampir gak terasa malah, padahal installer di ambil langsung dari server. dan yg aneh nya lagi gak ada menu kustomisasi utk lokasi drive dimana software ini akan di install.

    — tampilan lebih minimalis dan futuristik…
    seperti yg terlihat,,sehingga layar tampak lebih leluasa dengan warna soft.

    — kecepatan masih kalah dibanding mozilla 3.0.1
    dengan eksperiment sederhana…sama2 membuka web page yg sama.. ‘the largest indonesian community’ mozilla jauh lebih cepat ketimbang google chrome meskipun google chrome di klik terlebih dahulu..(mungkin karena mozilla saya udah mengalami beberapa perubahan settingan).
    hal yg sama juga dialami ketika membandingkan mozilla vs opera…apalagi vs ie :D

    so utk saat ini saya tetap menggunakan mozilla sebagai default browser…
    sambil nyari settingan tambahan utk google chrome supaya lebih cepat :)

    .::ielkrenz::.

  46. nJRhome.com 15 September, 2008 pukul 1:06 am

    waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahahahaa………

    mantep tenan……..!!!!
    wakakakaaak……….

    TOP deh pokoknya…..!!!!!!

    sapa nih yang bikin…?!?!?!?
    hebat…

  47. reza 15 September, 2008 pukul 10:04 pm

    btw yang “:%” dah diupdate google yah?
    Koq aku ketik :% di address bar tapi ga ada masalah?

    Aku pakai versi 0.2.149.29

  48. oentoe09 25 September, 2008 pukul 11:08 pm

    Wow..lengkap buanget Bro..salute deh..salam kenal dari Blogger Kendari, Thanks atas infonya :)
    Regards,

    Oentoe09

  49. andryans 26 September, 2008 pukul 2:00 pm

    nice info :)
    lagi donlot nih gw

  50. Pingback: Planet Sisfo » Blog Archive » Google Chrome; Browser Baru yang Minimalis

  51. bjul 1 Oktober, 2008 pukul 11:13 pm

    mo tanya donk.
    khan saya dah aktifin offer password, tapi kok selama ini belum perna di offer ya untuk save password.

    trus kalo mau aktifin history gimana ya?
    kalo firefox khan, setiap kali kita buka browser yang uda perna kita input nama ato mail. dia otomatis muncul sendiri. ato ada semacem history nya di text kolom itu.
    gimana cara aktifinnya ya?

    thanks,

  52. Pingback: Berkenalan dengan Google Chrome « Belajar Nulis ahh..

  53. Ehm 9 Oktober, 2008 pukul 3:27 pm

    Mas Kecebong,
    Trims reviewnya ttg Google Chrome.
    Saya dah donlot dan coba sebelum baca review ini.
    Memang terasa lebih enteng bagi user, maybe not for machine. Tujuannya kan user friendly, bukan machine friendly.
    Di mesin saya, lebih cepat loading pakai google chrome daripada FF3.
    Untuk tujuan general browsing, kayaknya saya pakai chrome dulu deh sampai rubah api buat gebrakan baru :-)

    Trims a lot.

  54. sena 28 Oktober, 2008 pukul 1:12 am

    ihhhh
    cepet bgt . i love it!!

  55. ipit 30 Oktober, 2008 pukul 12:24 am

    Review yang bagus mas, tak copy paste aja ya..

    Demi update informasi terbaru di kota kecil kami..

    Salam.. cah Cepu

  56. Unang 1 November, 2008 pukul 8:37 am

    kayaknya oke tuh, nyoba ah!

  57. r3ngg4n1s 10 November, 2008 pukul 1:34 pm

    Salam kenal. Lengkap banget reviewnya, salut deh.
    Mau sharing sedikit ttg Chrome. Is it just in my computer or what? Tiap kali browsing website pakai Chrome, gambarnya tidak pernah load dengan sempurna, selalu terpotong. Motongnya gak tanggung-tanggung lagi, cuman ke-load 1/8 !! Dah refresh berkali-kali, juga tetep aja kayak gitu. Ada yang salah ya?

  58. antokboz 11 November, 2008 pukul 12:20 am

    ini juga tentang google chrome!!

    http://indosoftwarez.wordpress.com/

    ada skin nya juga

  59. rezka 18 November, 2008 pukul 7:36 am

    wah info nya berguna banget..w juga dah coba chrome emang pertama agak lemot, tapi dah lamaan dikit…bet bet bet bet akses pengiriman data ke user lumayan cepet, dah dibandingan ma mozilla kecepatannya di atas dikit chrome

  60. jaim 19 November, 2008 pukul 6:55 pm

    tapi lama ya installnya? berapa jam kira-kira bang !

  61. gunnerz 21 Desember, 2008 pukul 1:48 am

    salut bwat chrome..

    mantep dah

    cepet bener..

    mozilla lewat !!!

  62. youngkru 26 Desember, 2008 pukul 8:33 am

    Lumayan Man,

    Buka video dari you tube jadi lebih cepet,
    Jadi nggak putus-putus gambarnya.

    Salam

  63. Ganteng 4 Januari, 2009 pukul 12:37 pm

    Keren banget,
    browsing cepet banget.
    Google Chrome bikin browsing tambah cepet, kalo pake IE bisa 5 menit, pake Google cuma 1 menit. Thanx.

  64. rizkydaya 14 Januari, 2009 pukul 8:26 am

    wow!
    benar2 ringan!
    utk ukuran komputer tahun jebot pun benar2 ringan!
    saat ini saya sedang memakai desktop dgn Pentium III, graphic onboard 4Mb dan memory SDRAM 512 Mb…
    kalau pakai Opera perlu menunggu beberapa detik utk membukanya.
    seedangkan Google Chrome hanya perlu 1-2 detik utk membuka aplikasi ini…
    luar biasa ringan…
    sayang tidak ada fitur add-ons seperti Firefox…

  65. Viet 29 Januari, 2009 pukul 9:57 am

    Hi there,
    thx for the review, membantu sekali.
    Sebenernya baru semalam sy donlot n istall, tapi baru pagi ini oficially launched.
    I has a lil bit shocked when I tried it ‘kok lemot si..’ then I search the review. Thx God I found you.

    Yang saya ingin tanyakan,
    1. Gmn cara mengubah bahasa di Google chrome, soalnya punya saya bahasa Indonesia, jd kelihatan aneh.
    2. gmn caranya kalo mo nambah add ons (kaya di firefox)? soalnya kalo mo donlot jadi geli rasanya, aneh aja,..

    ok, thx
    Regards
    VIET

  66. Viet 29 Januari, 2009 pukul 1:23 pm

    ternyata kalo download via google chrome cuma bisa satu file aja, kalo uda selese, baru bisa selanjutnya. mending make IDM. Tapi kok gak ada add ons-nya ya?

  67. Viet 29 Januari, 2009 pukul 1:30 pm

    eh enggak kok..comment sy diatas berlaku untuk site yg sama. Kalo dari site berbeda (mis donlot 1 file di 4shared, trus 1 file di itunes, trus 1 file di rapidshare)itu bisa kok. hehe..maaf..

    trus kalo mo liat speednya, click aja di bar bawah ada tulisan ‘tampilkan semua unduhan’ tar akan muncul tab baru (kalo di firefox window baru) yg memunculkan semua download process.

  68. Endang 31 Januari, 2009 pukul 8:05 pm

    makasih infonya. yang msh terasa hambar pada saat donlot. mash kalah ama opera. mungkin masih tahap perbaikan. ato masih asing bagi saya. tlng infokan mengenai donlot pake chrome. sukses slalu dari ; http://endangar.wordpress.com

  69. edward 26 Februari, 2009 pukul 2:38 am

    wow.. review yg komplit sekali…
    mudah2an google chrome bisa sehebat mozilla, jadi bisa pake dua-duanya deh :)

  70. edward 26 Februari, 2009 pukul 2:31 pm

    kalo log out dari facebook atau friendster sering keluar pesan error..

    kalau status di facebook menuju sebuah link URL, keluar juga pesan error

  71. kanada 28 Februari, 2009 pukul 8:46 am

    aswrwb, mas misi ni mhn izin copas ya

  72. xsan 14 Maret, 2009 pukul 10:22 pm

    freesoftwarefreeutilities.blogspot.com

    pas instal chrome lama sekali ya mas,saya pakai dial up im3,jaringan 3g

  73. dani 4 April, 2009 pukul 2:02 pm

    *yg punya blog mana ya…

    udh nyoba chrome & smp skarang masih enak2 aja makenya. tp emg ada beberapa kekurangan kalo dibandingin sm opera+ firefox. kalo dibandingin sm opera fitur2 defaultnya kalah jauh. dibandingin sm firefox, chrome gak ada addons-nya. tp katanya mei 2009 mau diluncurin (weks bahasanya…) addons chrome. tp chrome kyknya (baru kyknya lho…) emg lebih cepet ngeload situs dibandingin sm firefox default apalagi kalo dibandingin sm opera.

    sejauh ini sih masih betah pake chrome soalnya lumayan lebih stabil dr firefox yg bolak balik crash di komputerku. tp masih bingung gimana hide images di google chrome.

    kalo install chrome di ubuntu harus pake winekah ?

  74. Google Chrome 6 September, 2009 pukul 12:53 pm

    hahahahahahaha…..

    Numpang Ah….

    Semua pada ngomongin Google Chrome yah, seru juga !

    Pokoknya pilihan browser favorit gw cuma ada 2 di Dunia ini. Firefox & Google Chrome.

    Yang lainnya “**i*”

    Ngeload Gambar ==>

    Kelemahan Chrome : Ada gambar terkadang tampil ga sempurna tapi ini bagus juga karena memang Chrome pakai algoritma yg ngedetect gambar tidak aman.

    Firefox : Sempurna ngeload gambarnya

    Ngload Page ==>

    Chrome : Lumayan cuy lebih cepet. Buka/Ngecek Gmail & Sign out ajah “Parah Gila” Ngebutnya. Cuma masukin akun klik enter 3 detik langsung nongol inbox. Sedangkan Firefox butuh 8 detik untuk itu, udah gitu proses load gambar animasi yg ada di tab masih ttp berjalan lagi.

    Firefox : Segitu udh gw setting pake fasterfox pipelining, rendering(initial paint delay) dll, optimizing pake advance system care, pake internet cyclone, DSL speed. Tp kalo perbandingan masih ttep menang sedikit google chrome.

    Untuk kehandalan & kesempurnaan gambar emang direkomendasikan firefox. Tapi konsekwensinya RAM loe kemakan banyak bngt aplgi tiap buka tab baru.

    Lumyan banget kalo di dunia internet itu beda 2 detik ajah.

    Pokoknya proyek google mah pasti bikin nakutin yang lain. Moal Gagal………!!!

  75. sexier 25 November, 2009 pukul 2:20 pm

    wah terima kasih infonya…browsing jadi cepat bro….

  76. kolora 6 Desember, 2009 pukul 10:03 am

    permisi numpang blogwalking… ^^
    artikelnya bagus…
    thx buat infonya… coba dulu ah…

  77. eiji69 7 Februari, 2010 pukul 2:37 am

    wew TOP dah.. keep posting terus ya..
    btw sesama anak kaskus juga neh.. sori ga bisa ngasih cendol ye… :ngakak

  78. bayu 18 April, 2010 pukul 2:53 pm

    Bos aku tanya aku install extensions nya dan ku install theme nya,pas ku tutup google chrome n ku buka lagi kok ilang smua extensions nya ma theme nya kembali default itu gmn?trs ada tulisan your preferences is invalid gmn tuh?

  79. extract audio from DVD 10 Juli, 2010 pukul 6:24 pm

    And I have faced it. We can communicate on this theme. Here or in PM.

  80. john8baldwin 9 September, 2010 pukul 9:27 pm

    If you have a problem with your PC just visit this SITE
    ,It’s a Tutorial how to clean up your PC and a new software development to:
    Prevents Computer Crashes and Speeds Up Slow PC
    And is all FREE !!It will fix your problem and saving Time

  81. Pingback: Google Chrome 10 dirilis, Javascript 64% lebih cepat « Dedi Purwanto

  82. PHP Free Hosting 15 November, 2012 pukul 2:36 pm

    ini salahsatu platform aplikasi yang cukup menarik untuk didalami lebih lanjut.
    Terimakasih atas sharing dan tulisannya. Semoga Tuhan memberkahi perbuatan baik Anda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: